Anaknya Dijual ke Hidung Belang, Ibu di Jambi Mengadu ke Polisi
Senin, 17 November 2025 - 20:12 WIB
loading...
A
A
A
"Anak saya menunjukkan gejala depresi, sering memegangi tangan dan kepalanya sendiri. Saat dimarahi, reaksinya tidak seperti biasa," imbuhnya.
Ia lalu membawa anaknya ke psikolog. Dari konsultasi dengan psikolog inilah, fakta demi fakta penyebab depresi terungkap.
TW mendapati fakta mengejutkan bahwa KPR mengaku telah mengonsumsi obat Sanmol hingga lima butir per hari. Psikolog kemudian merujuknya ke psikiater dan layanan perlindungan anak.
"Di sinilah anak saya akhirnya mengaku. Saya katakan padanya, 'Aku ini mama kamu, bukan musuhmu. Ceritakan apa yang terjadi'. Dan akhirnya dia mengaku telah dijual," jelas TW dengan suara bergetar.
Menurut pengakuan korban, kejadian bermula ketika tantenya berinisial L menjemputnya dengan mobil. Korban dibawa ke sebuah rumah dan dipaksa masuk kamar.
"Tangannya diikat, bajunya dibuka paksa. Saat berontak, anak saya diteriaki (pelaku) 'Aku sudah bayar rumah tante kamu'," cerita TW.
Ia lalu membawa anaknya ke psikolog. Dari konsultasi dengan psikolog inilah, fakta demi fakta penyebab depresi terungkap.
TW mendapati fakta mengejutkan bahwa KPR mengaku telah mengonsumsi obat Sanmol hingga lima butir per hari. Psikolog kemudian merujuknya ke psikiater dan layanan perlindungan anak.
"Di sinilah anak saya akhirnya mengaku. Saya katakan padanya, 'Aku ini mama kamu, bukan musuhmu. Ceritakan apa yang terjadi'. Dan akhirnya dia mengaku telah dijual," jelas TW dengan suara bergetar.
Menurut pengakuan korban, kejadian bermula ketika tantenya berinisial L menjemputnya dengan mobil. Korban dibawa ke sebuah rumah dan dipaksa masuk kamar.
"Tangannya diikat, bajunya dibuka paksa. Saat berontak, anak saya diteriaki (pelaku) 'Aku sudah bayar rumah tante kamu'," cerita TW.
Lihat Juga :