Apel Operasi Zebra 2025, Wakapolda Metro: Januari-Oktober Terjadi 11.604 Kecelakaan
Senin, 17 November 2025 - 12:58 WIB
loading...
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono memimpin apel Operasi Zebra Jaya 2025 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono memimpin apel Operasi Zebra Jaya 2025 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya. Operasi itu digelar untuk menurunkan tingkat kecelakaan di Jakarta dan sekitarnya.
"Data kita menunjukkan sepanjang Januari-Oktober 2025 telah terjadi 11.604 kasus kecelakaan dengan 659 korban meninggal dunia. Dari sisi pelanggaran tercatat ada 505.441 kasus sepanjang Januari-Oktober 2025," ujarnya saat memberikan sambutan, Senin (17/11/2025).
Menurut Eko, angka kecelakaan dan pelanggaran arus lalu lintas di 2025 itu meningkat dibandingkan 2024 pada periode yang sama. Maka itu, Operasi Zebra Jaya 2025 pun dilakukan untuk menurunkan pelanggaran, mengurangi kecelakaan, dan meningkatkan disipin masyarakat dalam berlalu lintas.
Baca juga: Operasi Zebra 2025 Dimulai Besok, Terobos Lampu Merah hingga Lawan Arus Bakal Ditindak
"Operasi Zebra Jaya tahun 2025 ini dilaksanakan selama kurang lebih 14 hari, mulai tanggal 17-30 November 2025 melibatkan 2.939 terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, dan stakeholder terkait lainnya," tuturnya.
Eko menerangkan, selain tingginya angka kecelakaan dan pelanggaran arus lalu lintas, perilaku berkendara yang meresahkan pun kerap terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Di antaranya, balap liar, penggunaan knalpot bising, hingga berkendara di bawah umur.
Baca juga: Operasi Zebra 2025 Utamakan Keselamatan Warga, Analis Puji Kakorlantas Polri
"Kita semua bisa menggunakan pendekatan lebih humanis dan menyentuh sehingga upaya kita lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat, tidak hanya menindak, tapi juga mengedukasi. Jadi, kita hadir bukan untuk memberikan rasa takut, tapi memberikan rasa nyaman dan aman terhadap pengguna jalan," katanya.
"Data kita menunjukkan sepanjang Januari-Oktober 2025 telah terjadi 11.604 kasus kecelakaan dengan 659 korban meninggal dunia. Dari sisi pelanggaran tercatat ada 505.441 kasus sepanjang Januari-Oktober 2025," ujarnya saat memberikan sambutan, Senin (17/11/2025).
Menurut Eko, angka kecelakaan dan pelanggaran arus lalu lintas di 2025 itu meningkat dibandingkan 2024 pada periode yang sama. Maka itu, Operasi Zebra Jaya 2025 pun dilakukan untuk menurunkan pelanggaran, mengurangi kecelakaan, dan meningkatkan disipin masyarakat dalam berlalu lintas.
Baca juga: Operasi Zebra 2025 Dimulai Besok, Terobos Lampu Merah hingga Lawan Arus Bakal Ditindak
"Operasi Zebra Jaya tahun 2025 ini dilaksanakan selama kurang lebih 14 hari, mulai tanggal 17-30 November 2025 melibatkan 2.939 terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, dan stakeholder terkait lainnya," tuturnya.
Eko menerangkan, selain tingginya angka kecelakaan dan pelanggaran arus lalu lintas, perilaku berkendara yang meresahkan pun kerap terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Di antaranya, balap liar, penggunaan knalpot bising, hingga berkendara di bawah umur.
Baca juga: Operasi Zebra 2025 Utamakan Keselamatan Warga, Analis Puji Kakorlantas Polri
"Kita semua bisa menggunakan pendekatan lebih humanis dan menyentuh sehingga upaya kita lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat, tidak hanya menindak, tapi juga mengedukasi. Jadi, kita hadir bukan untuk memberikan rasa takut, tapi memberikan rasa nyaman dan aman terhadap pengguna jalan," katanya.
(cip)
Lihat Juga :