Horor, Seorang Pria di Purwakarta Ngamuk dan Bacok 13 Warga di Jalanan
Senin, 17 November 2025 - 07:47 WIB
loading...
Polisi meringkus seorang pria yang tiba-tiba mengamuk di jalanan dan membacok 13 warga Purwakarta, Jawa Barat menggunakan golok, pada Minggu (16/11/2025) sore. Foto/Didin Jalaludin
A
A
A
PURWAKARTA - Masyarakat Purwakarta, Jawa Barat digegerkan dengan ulah seorang pria yang tiba-tiba mengamuk dan membacok sedikitnya 13 warga menggunakan golok. Peristiwa menggembarkan ini terjadi di Desa Ciramahilir Kecamatan Maniis, Purwakarta, pada Minggu (16/11/2025) sore.
Sebanyak 13 korban terkena bacokan golok, di mana lima di antaranya mengalami luka berat dan harus mendapat penanganan khusus di rumah sakit.
Baca juga: Kapolda Sumbar: 4 Pelaku Pembacokan Anggota Polisi Ditangkap
Seluruh korban merupakan warga setempat yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia (lansia). Mereka rata-rata mengalami luka bacok dari golok yang dibawa pelaku, yang diketahui bernama Deni Supriyani (29).
Masing-masing korban dilarikan ke Puskesmas Maniis dan RSUD Bayu Asih Purwakarta.
"Siapa saja yang dia (pelaku) lihat, dia kejar. Termasuk ayah saya. Saat itu ayah saya mau pulang ke rumah. Berpapasan dengan dia. Tiba-tiba saja dipukul dan dibacok dengan golok. Untung ada warga yang nolong. Dan warga yang nolong juga ikut dikejar. Lalu jadi korban juga," kata Nurul (30) keluarga korban pembacokan di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Selain ayah Nurul, ada warga lain juga yang jadi korban, bahkan ada korban anak-anak yang juga ikut dibacok. Pelaku mengejar siapa saja yang dia temui di jalan. Bahkan pengendara motor yang berpapasan dengan pelaku juga ikut dibacok.
Baca juga: Rumah Pelaku Pembacokan Adik Bupati Muratara Dibakar Massa
"Pelaku memang sudah lama mengalami ganguan jiwa dan sering mengamuk. Tetapi kejadian seperti sekarang baru sekarang. Kalau pun mengamuk tidak sampai seperti ini," tambah warga lainnya.
Setelah dirasa banyak korban, warga bersama aparat kepolisian setempat memburu pelaku yang diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tersebut dan akhirnya berhasil ditangkap.
Sebelum ditangkap pelaku sempat lari ke hutan dan kebun, lalu menjadi bulan-bulanan warga. Warga geram karena banyak korban terluka.
Tidak sedikit warga yang mengabadikan penangkapan pelaku dengan menggunakan kamera handphone dan menyebarkanya di media sosial. Dalam video yang berdar situasi terlihat mencekam karena banyak korban yang berlumuran darah akibat dibacok pelaku yang mengamuk tersebut.
Pelaku dibawa oleh aparat kepolisian dengan tangan dan kaki terikat. Meski dalam kedaan terikat, pelaku tetap berontak ingin melepaskan diri. Aparat kepolisianpun sempat kewalahan mengamankan pelaku.
Sementara itu, salah seorang Petugas Puskesmas Maniis, Gani S (40) menyebutkan pelaku bernama Deni ini merupakan pasien gangguan jiwa yang sudah lama rutin berobat dan menjadi langganan ke rumah sakit jiwa.
"Iya betul pelaku pasien ODGJ. Sudah sering ditangani, obat juga rutin dikasih," ujarnya.
Sebanyak 13 korban terkena bacokan golok, di mana lima di antaranya mengalami luka berat dan harus mendapat penanganan khusus di rumah sakit.
Baca juga: Kapolda Sumbar: 4 Pelaku Pembacokan Anggota Polisi Ditangkap
Seluruh korban merupakan warga setempat yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia (lansia). Mereka rata-rata mengalami luka bacok dari golok yang dibawa pelaku, yang diketahui bernama Deni Supriyani (29).
Masing-masing korban dilarikan ke Puskesmas Maniis dan RSUD Bayu Asih Purwakarta.
"Siapa saja yang dia (pelaku) lihat, dia kejar. Termasuk ayah saya. Saat itu ayah saya mau pulang ke rumah. Berpapasan dengan dia. Tiba-tiba saja dipukul dan dibacok dengan golok. Untung ada warga yang nolong. Dan warga yang nolong juga ikut dikejar. Lalu jadi korban juga," kata Nurul (30) keluarga korban pembacokan di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Selain ayah Nurul, ada warga lain juga yang jadi korban, bahkan ada korban anak-anak yang juga ikut dibacok. Pelaku mengejar siapa saja yang dia temui di jalan. Bahkan pengendara motor yang berpapasan dengan pelaku juga ikut dibacok.
Baca juga: Rumah Pelaku Pembacokan Adik Bupati Muratara Dibakar Massa
"Pelaku memang sudah lama mengalami ganguan jiwa dan sering mengamuk. Tetapi kejadian seperti sekarang baru sekarang. Kalau pun mengamuk tidak sampai seperti ini," tambah warga lainnya.
Setelah dirasa banyak korban, warga bersama aparat kepolisian setempat memburu pelaku yang diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tersebut dan akhirnya berhasil ditangkap.
Sebelum ditangkap pelaku sempat lari ke hutan dan kebun, lalu menjadi bulan-bulanan warga. Warga geram karena banyak korban terluka.
Tidak sedikit warga yang mengabadikan penangkapan pelaku dengan menggunakan kamera handphone dan menyebarkanya di media sosial. Dalam video yang berdar situasi terlihat mencekam karena banyak korban yang berlumuran darah akibat dibacok pelaku yang mengamuk tersebut.
Pelaku dibawa oleh aparat kepolisian dengan tangan dan kaki terikat. Meski dalam kedaan terikat, pelaku tetap berontak ingin melepaskan diri. Aparat kepolisianpun sempat kewalahan mengamankan pelaku.
Sementara itu, salah seorang Petugas Puskesmas Maniis, Gani S (40) menyebutkan pelaku bernama Deni ini merupakan pasien gangguan jiwa yang sudah lama rutin berobat dan menjadi langganan ke rumah sakit jiwa.
"Iya betul pelaku pasien ODGJ. Sudah sering ditangani, obat juga rutin dikasih," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :