Longsor Terjang Banjarnegara, Satu Orang Meninggal dan 480 Jiwa Mengungsi
Minggu, 16 November 2025 - 23:06 WIB
loading...
Bencana longsor melanda Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Foto/SindoNews
A
A
A
BANJARNEGARA - Bencana longsor melanda Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Sabtu, 15 November 2025 pukul 16.00 WIB. Longsor ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut.
Akibatnya, tebing runtuh dan menimpa area perkebunan serta persawahan warga. Berdasarkan laporan yang dihimpun BNPB, BPBD Kabupaten Banjarnegara melaporkan satu warga bernama Klewih (40) ditemukan meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari titik longsor.
Sedangkan 180 Kepala Keluarga (KK) atau 480 jiwa telah mengungsi ke Kantor Kecamatan Pandanarum. Dua warga mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD BNA serta Puskesmas Pandanarum, sementara dua warga lainnya masih dalam proses evakuasi oleh tim gabungan di lapangan.
Baca juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Kerusakan material mencakup sekitar 20 rumah terdampak serta lahan persawahan dan perkebunan yang rusak. Pendataan dampak lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi seluruh wilayah terdampak.
BPBD Kabupaten Banjarnegara bersama unsur terkait telah mendirikan pos lapangan, dapur umum, serta tenda pengungsian di area Kantor Kecamatan Pandanarum. Sejumlah kebutuhan mendesak juga telah teridentifikasi, yaitu posko lapangan, ATK, laptop, printer, banner, logistik permakanan, matras, selimut, air mineral, hygiene kit, dan family kit.
Baca juga: Update Hari Ketiga 8 Korban Longsor Cilacap Ditemukan, 12 Lainnya Masih Tertimbun
Peristiwa ini berlangsung dalam periode Status Siaga Darurat Bencana Tanah Longsor, Angin Kencang, Cuaca Ekstrem, dan Banjir berdasarkan Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/871/TAHUN 2025 yang berlaku sejak 28 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026.
BNPB mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, menjauhi area lereng serta titik rawan, dan mengikuti instruksi BPBD maupun aparat setempat. Warga terdampak diminta tetap berada di lokasi pengungsian sampai kondisi dinyatakan aman.
Akibatnya, tebing runtuh dan menimpa area perkebunan serta persawahan warga. Berdasarkan laporan yang dihimpun BNPB, BPBD Kabupaten Banjarnegara melaporkan satu warga bernama Klewih (40) ditemukan meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari titik longsor.
Sedangkan 180 Kepala Keluarga (KK) atau 480 jiwa telah mengungsi ke Kantor Kecamatan Pandanarum. Dua warga mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD BNA serta Puskesmas Pandanarum, sementara dua warga lainnya masih dalam proses evakuasi oleh tim gabungan di lapangan.
Baca juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Kerusakan material mencakup sekitar 20 rumah terdampak serta lahan persawahan dan perkebunan yang rusak. Pendataan dampak lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi seluruh wilayah terdampak.
BPBD Kabupaten Banjarnegara bersama unsur terkait telah mendirikan pos lapangan, dapur umum, serta tenda pengungsian di area Kantor Kecamatan Pandanarum. Sejumlah kebutuhan mendesak juga telah teridentifikasi, yaitu posko lapangan, ATK, laptop, printer, banner, logistik permakanan, matras, selimut, air mineral, hygiene kit, dan family kit.
Baca juga: Update Hari Ketiga 8 Korban Longsor Cilacap Ditemukan, 12 Lainnya Masih Tertimbun
Peristiwa ini berlangsung dalam periode Status Siaga Darurat Bencana Tanah Longsor, Angin Kencang, Cuaca Ekstrem, dan Banjir berdasarkan Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/871/TAHUN 2025 yang berlaku sejak 28 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026.
BNPB mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, menjauhi area lereng serta titik rawan, dan mengikuti instruksi BPBD maupun aparat setempat. Warga terdampak diminta tetap berada di lokasi pengungsian sampai kondisi dinyatakan aman.
(cip)
Lihat Juga :