Alumni SMAN 3 Teladan Jakarta Dorong Budaya Sekolah Aman dan Ramah Siswa
Minggu, 16 November 2025 - 14:12 WIB
loading...
Pencegahan perundungan di SMAN 3 Jakarta mendapat dorongan dari alumni. Sejak awal 2000-an, para alumni aktif menjaga almamater agar tetap aman dan nyaman. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Upaya pencegahan perundungan di SMAN 3 Jakarta mendapat dorongan besar dari para alumninya. Sejak awal 2000-an, alumni telah aktif menjaga lingkungan almamater agar tetap aman dan nyaman. Komitmen ini semakin kuat dengan hadirnya Satgas Anti Bully Teladan yang dibentuk pada Februari 2024 dan bekerja sama dengan Tim Penanganan & Pencegahan Kekerasan (TPPK) sekolah.
Satgas Anti Bully Teladan bersama Alumni Biro Penertiban Teladan di bawah Ikatan Keluarga Alumni Teladan (IKA Teladan) menggelar Seminar Anti Bullying bertema “Kindness Starts With Me”. Dua praktisi anak dan remaja, Nur Firdaus, dan Risa Fauzi Alexander, hadir untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak perundungan dan pentingnya membangun empati sejak dini. Acara ini diikuti oleh 960 siswa kelas 10–12, seluruh guru, Komite Sekolah dan banyak alumni.
Baca juga: Kini Jadi Sultan Andara, Raffi Ahmad Ngaku Saat Remaja Ngekos Sendiri Dekat SMA 3 Jakarta
Mewakili Ketua Umum IKA Teladan Boy Thohir, Junas Miradiarsyah menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari visi alumni untuk mengembalikan sekaligus memperkuat keteladanan SMAN 3 Jakarta.
“Kami ingin membantu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung prestasi para siswa,” ujarnya.
Pembina Satgas Teladan dan Alumni Biro Penertiban Teladan, Mayjen (Purn) Arkamelvi Karami menekankan pentingnya keterlibatan alumni merupakan bentuk bakti kepada almamater. “Kami berharap siswa SMAN 3 tumbuh sebagai calon alumni yang memiliki rasa kemanusiaan tinggi dan menjunjung persahabatan,” ujarnya.
Program ini juga mendapatkan dukungan dari Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI). Ketua LCKI DKI Kombes Pol (Purn) Harvin Rasli menyampaikan edukasi dini seperti ini sangat penting untuk membentengi siswa dari perilaku kekerasan dan mendorong terciptanya suasana belajar yang aman.
Baca juga: Sah, Boy Thohir Jadi Ketua Alumni SMA Negeri 3 Teladan Jakarta
Sinergi antara sekolah dan alumni menjadi bukti kuat bahwa SMAN 3 Jakarta serius mewujudkan lingkungan “Zero Bullying” dan memastikan setiap siswa dapat belajar dengan rasa aman, nyaman, dan dihargai.
Satgas Anti Bully Teladan bersama Alumni Biro Penertiban Teladan di bawah Ikatan Keluarga Alumni Teladan (IKA Teladan) menggelar Seminar Anti Bullying bertema “Kindness Starts With Me”. Dua praktisi anak dan remaja, Nur Firdaus, dan Risa Fauzi Alexander, hadir untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak perundungan dan pentingnya membangun empati sejak dini. Acara ini diikuti oleh 960 siswa kelas 10–12, seluruh guru, Komite Sekolah dan banyak alumni.
Baca juga: Kini Jadi Sultan Andara, Raffi Ahmad Ngaku Saat Remaja Ngekos Sendiri Dekat SMA 3 Jakarta
Mewakili Ketua Umum IKA Teladan Boy Thohir, Junas Miradiarsyah menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari visi alumni untuk mengembalikan sekaligus memperkuat keteladanan SMAN 3 Jakarta.
“Kami ingin membantu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung prestasi para siswa,” ujarnya.
Pembina Satgas Teladan dan Alumni Biro Penertiban Teladan, Mayjen (Purn) Arkamelvi Karami menekankan pentingnya keterlibatan alumni merupakan bentuk bakti kepada almamater. “Kami berharap siswa SMAN 3 tumbuh sebagai calon alumni yang memiliki rasa kemanusiaan tinggi dan menjunjung persahabatan,” ujarnya.
Program ini juga mendapatkan dukungan dari Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI). Ketua LCKI DKI Kombes Pol (Purn) Harvin Rasli menyampaikan edukasi dini seperti ini sangat penting untuk membentengi siswa dari perilaku kekerasan dan mendorong terciptanya suasana belajar yang aman.
Baca juga: Sah, Boy Thohir Jadi Ketua Alumni SMA Negeri 3 Teladan Jakarta
Sinergi antara sekolah dan alumni menjadi bukti kuat bahwa SMAN 3 Jakarta serius mewujudkan lingkungan “Zero Bullying” dan memastikan setiap siswa dapat belajar dengan rasa aman, nyaman, dan dihargai.
(shf)
Lihat Juga :