Amarah Jenderal Brimob saat Mengetahui Karier Anggotanya Terhambat
Minggu, 16 November 2025 - 05:45 WIB
loading...
Irjen Pol (Purn) Soetrisno Ilham begitu memperhatikan nasib anak buahnya anggota Resimen Pelopor Brimob. Foto: www.brigademobil.co.nr
A
A
A
IRJEN Pol (Purn) Soetrisno Ilham begitu memperhatikan nasib anak buahnya anggota Resimen Pelopor Brimob . Soetrisno yang pernah menjabat Wakil Komandan Kompi B Resimen Pelopor atau Kompi 5995 Brimob dan Wakapolda Jateng pernah menegur para Kapolwil/Kapolres.
Dia marah saat mengetahui banyak perwira mantan anggota Pelopor Brimob yang memiliki tour of duty lengkap dan berprestasi malah diparkir. Ini disebabkan mereka tidak bersedia membayar uang sogokan untuk memperoleh jabatan.
Baca juga: Kisah Jenderal Sudirman, Santri yang Jadi Panglima Besar
Dikutip dari buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013, Soetrisno menuturkan Resimen Pelopor Brimob boleh saja bubar, namun karier mantan-mantannya perlu diperhatikan.
Dia selalu mengidentifikasi anak buahnya dan jika ada karier mantan anak buahnya terhambat karena ketidakadilan, maka dia langsung turun tangan.
Soetrisno pun mengetahui banyak perwira mantan anggota Brimob terabaikan. Dia membuat surat keputusan (SK) yang ditandatangani Kapolda Jateng untuk menempatkan perwira-perwira tersebut pada jabatan strategis sesuai prestasinya.
Ini masih disertai ancaman jika Kapolwil/Kapolres berani mengganti mereka, maka Soetrisno akan memutasi Kapolwil/Kapolres ke Timor Timur. Akibat ancaman ini banyak perwira mantan anggota Pelopor Brimob yang malah jenuh lantaran jabatan mereka tidak diganti-ganti karena komandan mereka takut dengan Soetrisno.
Sekilas tentang Soetrisno Ilham. Dia memiliki pengalaman tempur memimpin pasukan Resimen Pelopor Brimob baik dalam operasi Dwikora maupun Trikora. Dia merupakan jebolan pendidikan Resimen Pelopor tahun 1960.
Soetrisno merupakan salah satu komandan legendaris pasukan Ranger Mobile Brigade (Mobbrig) atau Resimen Pelopor Brimob. Komandan legendaris lainnya ada mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Anton Soedjarwo dan Irjen Pol (Purn) K.E Loemy.
Dia marah saat mengetahui banyak perwira mantan anggota Pelopor Brimob yang memiliki tour of duty lengkap dan berprestasi malah diparkir. Ini disebabkan mereka tidak bersedia membayar uang sogokan untuk memperoleh jabatan.
Baca juga: Kisah Jenderal Sudirman, Santri yang Jadi Panglima Besar
Dikutip dari buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013, Soetrisno menuturkan Resimen Pelopor Brimob boleh saja bubar, namun karier mantan-mantannya perlu diperhatikan.
Dia selalu mengidentifikasi anak buahnya dan jika ada karier mantan anak buahnya terhambat karena ketidakadilan, maka dia langsung turun tangan.
Soetrisno pun mengetahui banyak perwira mantan anggota Brimob terabaikan. Dia membuat surat keputusan (SK) yang ditandatangani Kapolda Jateng untuk menempatkan perwira-perwira tersebut pada jabatan strategis sesuai prestasinya.
Ini masih disertai ancaman jika Kapolwil/Kapolres berani mengganti mereka, maka Soetrisno akan memutasi Kapolwil/Kapolres ke Timor Timur. Akibat ancaman ini banyak perwira mantan anggota Pelopor Brimob yang malah jenuh lantaran jabatan mereka tidak diganti-ganti karena komandan mereka takut dengan Soetrisno.
Sekilas tentang Soetrisno Ilham. Dia memiliki pengalaman tempur memimpin pasukan Resimen Pelopor Brimob baik dalam operasi Dwikora maupun Trikora. Dia merupakan jebolan pendidikan Resimen Pelopor tahun 1960.
Soetrisno merupakan salah satu komandan legendaris pasukan Ranger Mobile Brigade (Mobbrig) atau Resimen Pelopor Brimob. Komandan legendaris lainnya ada mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Anton Soedjarwo dan Irjen Pol (Purn) K.E Loemy.
(jon)
Lihat Juga :