Pramono Bongkar Halte Terbengkalai, tapi Perlu Tahapan
Sabtu, 15 November 2025 - 19:47 WIB
loading...
Halte Tosari Lama. Foto/Dok Dzikry Subhanie
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa halte di Jakarta yang terbengkalai akan ia bongkar. Menurutnya, tak perlu alasan khusus untuk melakukan eksekusi pembongkaran halte.
"Sebenarnya enggak perlu alasan untuk bongkar apa halte-halte yang sudah tidak terpakai, terbengkalai," kata Pramono kepada wartawan di Jakarta Utara, Sabtu (15/11/2025).
Sebagai contoh pembongkaran yang telah dilakukan di Halte BNN 1, Cawang, Jakarta Timur. Halte lain yang akan dibongkar adalah Halte Tosari Lama, Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Penampakan Halte Transjakarta Kwitang Usai Direvitalisasi
"Seperti BNN kan sudah saya bongkar, kemudian nanti di Tosari pun yang di tengah jantungnya Jakarta, saya akan bongkar. Yang samping yang sudah dibuat bagus, masak sebelahnya ada yang eh apa eh dibiarkan begitu saja," ujar dia.
Namun, kata dia, pembongkaran halte atau Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu tahapan untuk bisa melakukan pembongkaran secara menyeluruh.
"Ya memang, problemnya untuk ternyata saya juga baru tahu, enggak seperti 'simsalabim' bisa langsung bongkar, karena perlu anggaran, perlu juga aspek hukumnya, termasuk beberapa JPO yang akan ada yang akan kami bongkar JPO di Jakarta. Jadi itu akan kami selesaikan," ucapnya.
"Sebenarnya enggak perlu alasan untuk bongkar apa halte-halte yang sudah tidak terpakai, terbengkalai," kata Pramono kepada wartawan di Jakarta Utara, Sabtu (15/11/2025).
Sebagai contoh pembongkaran yang telah dilakukan di Halte BNN 1, Cawang, Jakarta Timur. Halte lain yang akan dibongkar adalah Halte Tosari Lama, Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Penampakan Halte Transjakarta Kwitang Usai Direvitalisasi
"Seperti BNN kan sudah saya bongkar, kemudian nanti di Tosari pun yang di tengah jantungnya Jakarta, saya akan bongkar. Yang samping yang sudah dibuat bagus, masak sebelahnya ada yang eh apa eh dibiarkan begitu saja," ujar dia.
Namun, kata dia, pembongkaran halte atau Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu tahapan untuk bisa melakukan pembongkaran secara menyeluruh.
"Ya memang, problemnya untuk ternyata saya juga baru tahu, enggak seperti 'simsalabim' bisa langsung bongkar, karena perlu anggaran, perlu juga aspek hukumnya, termasuk beberapa JPO yang akan ada yang akan kami bongkar JPO di Jakarta. Jadi itu akan kami selesaikan," ucapnya.
(zik)
Lihat Juga :