Wali Kota Rai Mantra Didaulat jadi Penguji Program Sekolah Pimpinan Bank Indonesia
Senin, 14 September 2020 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Bagaimana memaksimalkan kekayaan. Budaya dan nilai kearifan lokal sebagai kekuatan daya saing dengana produk Ekraf negara lain seperti Pawai Ogoh" dapat bertransformasi ke ranah digital berupa virtual show.
I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengambil dalam sesi satu pertanyaan, apakah produk kebudayaan dijadikan bagian atau sekedar konten dalam industri kreatif.
Wali Kota Rai Mantra mengambil studi kasus terkait pengalamannya sebagai Wali Kota Denpasar dalam mengembangkan akonomi kreatif dan ekositemnya. Harmonisasi dan perubahan pada kebijakan serta bagaimana membangun ekonomi pendamping selain pariwisata. "Ekraf dan pariwisata sebagai satu Lokomotif dan bagaimana kebijakan dalam membangun ekraf sebagai pendamping pariwisata dan budaya sebagai elemen pembangunan kota Denpasar. Kami telah melakukan pendekatan kepada komunitas san membangun jejaring kerjasama (sister city) dengan sejumlah kota baik di dalam negeri dan luar negeri. Diantaranya yang menarik kerjasama dengan kota Perth (Australia) dan Brighton (Inggris)."
Untuk menjawab tantangan di era 4.0 Pemkot Denpasar telah membangun DNA (Dharma Negara Alaya) yang merupakan Pusat Orange Economy dan kita buktikan budaya juga bsa berinteraksi dengan Ekraf dan digitalisasi.
"Mengaplikasikan seperti yang diterapkan di Kota Perth, kami bukan mengambil alih kewenangan di sektor pendidkan, tapi kami berusaha sebagai fasilitator yang menghubungkan instansi-instansi tersebut. Pemkot Denpasar juga didukung BI, kami mengintegrasikan antara kebudayaan dan literatur yang memang menyangkut potensi kebudayaan yang mampu jadi 1 konten diolah dan berinteraksi dengan Ekraf baik digitalisasi maupun non digitalisasi," ujar Rai Mantra.
I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengambil dalam sesi satu pertanyaan, apakah produk kebudayaan dijadikan bagian atau sekedar konten dalam industri kreatif.
Wali Kota Rai Mantra mengambil studi kasus terkait pengalamannya sebagai Wali Kota Denpasar dalam mengembangkan akonomi kreatif dan ekositemnya. Harmonisasi dan perubahan pada kebijakan serta bagaimana membangun ekonomi pendamping selain pariwisata. "Ekraf dan pariwisata sebagai satu Lokomotif dan bagaimana kebijakan dalam membangun ekraf sebagai pendamping pariwisata dan budaya sebagai elemen pembangunan kota Denpasar. Kami telah melakukan pendekatan kepada komunitas san membangun jejaring kerjasama (sister city) dengan sejumlah kota baik di dalam negeri dan luar negeri. Diantaranya yang menarik kerjasama dengan kota Perth (Australia) dan Brighton (Inggris)."
Untuk menjawab tantangan di era 4.0 Pemkot Denpasar telah membangun DNA (Dharma Negara Alaya) yang merupakan Pusat Orange Economy dan kita buktikan budaya juga bsa berinteraksi dengan Ekraf dan digitalisasi.
"Mengaplikasikan seperti yang diterapkan di Kota Perth, kami bukan mengambil alih kewenangan di sektor pendidkan, tapi kami berusaha sebagai fasilitator yang menghubungkan instansi-instansi tersebut. Pemkot Denpasar juga didukung BI, kami mengintegrasikan antara kebudayaan dan literatur yang memang menyangkut potensi kebudayaan yang mampu jadi 1 konten diolah dan berinteraksi dengan Ekraf baik digitalisasi maupun non digitalisasi," ujar Rai Mantra.
(ars)
Lihat Juga :