Miris, Cekcok Internal Keraton Solo Viral di Media Sosial

Senin, 14 September 2020 - 20:30 WIB
loading...
Miris, Cekcok Internal...
Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, dan Ketua LDA Keraton Kasunanan Surakarta, Gusti Moeng. Foto/SINDOnews/Ary Wahyu Wibowo
A A A
SOLO - Internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali bergejolak. Dua kubu yang kini berseteru, Lembaga Dewan Adat , dan kubu Raja Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi, terlibat cekcok. Bahkan cekcok viral di media sosial youtube dan whatsaap.

(Baca juga: Pakai Ganja di Bali, Bule Australia Ditangkap Polda Bali )

Cekcok pertama ketika penyelenggaraan Dirgahayu Karaton Surakarta Hadiningrat ke 275 tahun yang digelar 1 September 2020 oleh Lembaga Dewan Adat di Pagelaran Keraton Solo. Dalam akun Youtube Berita Surakarta, diunggah adanya percekcokan saat acara berlangsung. Kala itu ada acara doa bersama yang diikuti kerabat, sentana, dan abdi dalem. Kemudian datang orang yang mengaku utusan raja.

Dalam video, orang itu terlibat pertengkaran dengan Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi. "Kami sedang menggelar tahlil dzikir, berdoa karena peringatan ulang tahun keraton. Saat khusyuk-khusyuknya, tiba-tiba datang ya itu, yang menghadapi saya dulu," kata Eddy Wirabhumi saat dikonfirmasi mengenai video yang beredar, Senin (14/9/2020).

Eddy Wirabhumi menyebut orang itu bernama Widodo dan kala itu dirinya mempersilahkan jika yang bersangkutan mau ikut doa bersama. Menurut Eddy, orang itu mempersoalkan acara karena tanpa izin Sinuhun PB XIII. Pada intinya, orang itu tidak memperbolehkan tempat itu dipakai acara. Dirinya sempat meminta kepada orang tersebut untuk mempertemukan dengan Sinuhun PB XIII. "Tidak bisa harus lewat saya," ucap Eddy menirukan perkataan orang tersebut.

(Baca juga: Anggotanya Diduga Kroyok Prajurit TNI AD, Ini Kata Dansat Brimob )

Konflik kembali terjadi pada Jumat (11/9/2020) lalu. Kali ini melibatkan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) dengan Raja PB XIII. Bahkan khabarnya, ada video terkait perseteruan kakak beradik tersebut dan beredar di sejumlah kalangan tertentu.

Cekcok dipicu pembangunan tiang baliho di depan Sitihinggil Kidul di kawasan Alun-alun Selatan Keraton Solo. "Habis Jumatan Sinuhun ke Alkid (Alun-alun Kidul). Sinuhun kok di paksa ke luar ke Alkid, orang orang itu sudah tidak menghormati Sinuhun," kata Gusti Moeng.

Dirinya geram karena Sinuhun diperlakukan seperti itu. "Saya terus ke sana, dan terjadi dialog itu, penjenengan sudah dengar semua," ucapnya. Jika Sinuhun ingin bertemu dirinya, Gusti Moeng mengaku siap dipanggil. (Baca juga: Pemuda Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Dikenal Tertutup )

Ia menilai Raja PB XIII tidak mengetahui apa yang sebenarnya selama ini menjadi masalah. Termasuk hingga ke Pengadilan Negeri, dan Mahkamah Agung. "Khan ada kata kata Sinuhun, koe kalah koe kalah (kamu kalah, kamu kalah). Ini bukan masalah menang atau kalah. Masalahnya khan harus bersama sama mengurusi keraton seperti apa," tegasnya.

Paling utama dirinya melakukan sejumlah langkah karena melindungi Sinuhun dari semua tindakan pelanggaran hukum. Jika terus terusan seperti, dirinya khawatir Raja akan mengalami celaka. Karena video sudah viral di kalangan tertentu, dirinya perlu klarifikasi terkait kejadian tersebut.

Kejadian itu spontan dan berjalan begitu saja. GKR Wandansari yang merupakan adik kandung PB XIII menyayangkan s sikap dan tidakan kesewenang-wenangan yang dilakukan orang maupun oknum yang mengatasnamakan perintah Raja.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Kabar Baik, RS Kardiologi...
Kabar Baik, RS Kardiologi Emirates Indonesia Solo Kini Layani Pasien BPJS Kesehatan
Viral Mobil Dinas Bertanda...
Viral Mobil Dinas Bertanda Bintang 2 Diduga Lawan Arah, Ini Penjelasan TNI AD
Makna Filosofi Legiun...
Makna Filosofi Legiun Mangkunegaran dalam Jamuan Royal Dinner 2026
Cek Kesehatan Gratis...
Cek Kesehatan Gratis di Solo, Kolesterol dan Tekanan Darah Banyak Ditemukan
Buntut Viral di Medsos,...
Buntut Viral di Medsos, Pembuangan Sampah Sementara di TPU Tanah Kusir Ditutup
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Betrand Peto Nangis...
Betrand Peto Nangis Lihat Video Viral Sarwendah: Kok Bunda Setega Itu
Sarwendah Minta Maaf...
Sarwendah Minta Maaf usai Video Kontroversial Viral, Akui Ucapannya Kurang Tepat
Rekomendasi
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Fans Jepang Punguti...
Fans Jepang Punguti Sampah Usai Jepang Imbangi Belanda 2-2
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Berita Terkini
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved