Profil Sarwo Edhie Wibowo, Jenderal Kopassus yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Senin, 10 November 2025 - 11:14 WIB
loading...
A A A
Jepang menetapkan persyaratan usia untuk bergabung dengan Heiho minimal 17 tahun. Namun, Sarwo Edhie tidak hilang akal. Ia mengganti tahun kelahiran dua tahun lebih awal, dari 1927 menjadi 1925. Kebetulan tubuh Sarwo Edhie tegap dan cukup tinggi, sehingga Jepang tidak curiga kalau umurnya masih sangat belia.

Sarwo Edhie akhirnya diterima. Dalam usia semuda itu, ia berangkat ke Bogor, tempat para calon Heiho akan digembleng. Bogor untuk ukuran orang Jawa Tengah waktu itu adalah sebuah kota yang begitu jauh.

Orangtua Sarwo Edhie melepas anaknya dengan tangis. Mereka sangat mendukung, tapi ada rasa khawatir mengingat usia Sarwo Edhie yang masih sangat muda. Tetapi, ia memang gagah berani.

Selang beberapa bulan kemudian, ia kembali ke Purworejo dengan seragam tentara komplet berikut pedang Jepang. Bukan main bangganya Eyang, kata Ani Yudhoyono bercerita. Papi, begitu Sarwo Edhie dipanggil anak-anaknya, dipeluk dengan tangis haru.

Dengan seragam tentara, Sarwo Edhie seolah mendapatkan "roh" yang diinginkannya. Ia menggeluti dunia prajurit dengan sepenuh hati. Kemudian ia memperdalam pendidikan militer di Magelang. Tahun 1945, di Magelang, ia membentuk batalyon dan menjadi Komandan Pasukan BKR (Barisan Keamanan Rakyat).

Sejak Ahmad Yani kemudian mengajak Sarwo Edhie membentuk batalyon baru, ia makin larut dalam kehidupan militer. Jiwa kepemimpinan Sarwo Edhie yang menonjol membuatnya terpilih menjadi Komandan Kompi Batalyon V Brigade IX, Divisi Diponegoro sampai tahun 1951.

Tahun 1949, Sarwo Edhie menikah dengan Sri Sunarti Hadiyah dalam kondisi serba sederhana. Sri baru saja lulus sekolah guru taman Kanak-kanak dan belum sempat mencari pekerjaan ketika Sarwo Edhie mengajaknya menikah.

Ani Yudhoyono menuturkan awal pernikahan adalah masa penggojlokan Ibu (Sri Sunarti) sebagai istri prajurit. Alih-alih melewatkan masa bulan madu yang nyaman dan penuh dengan ketenangan, ibunya sudah diajak Sarwo Edhie mengungsi ke hutan karena situasi politik yang memanas. Pasca kemerdekaan, pasukan Belanda masih merajalela dan mengincar prajurit-prajurit pro kemerdekaan.

Sarwo Edhie termasuk salah satu orang yang menjadi target penangkapan Belanda. Bersama ratusan pengungsi, yang rata-rata adalah prajurit dan anak istrinya, Sarwo Edhie membawa Sri Sunarti menempuh perjalanan puluhan kilometer menuju kawasan hutan di Magelang Timur dengan hanya membawa satu buntalan kain berisi sedikit pakaian. Sebelum mencapai hutan, pengungsi harus menyeberangi kali yang cukup lebar.

Konon hutan itu cukup ditakuti Belanda jadi dinilai aman sebagai tempat persembunyian. Walau begitu Belanda tetap melancarkan aksi pengepungan dan penangkapan terhadap tentara Indonesia. Hutan dengan medan yang sulit itu terus disisir Belanda. Tempat-tempat pengungsian setiap hari diwarnai situasi tegang, karena Belanda bisa muncul tiba-tiba dan menghabisi tentara Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Berita Terkini
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved