SMAN 72 Jakarta Gelar Kegiatan Belajar secara Daring, Fokus Pemulihan Psikologis
Minggu, 09 November 2025 - 15:29 WIB
loading...
SMAN 72 Jakarta Utara menerapkan proses belajar mengajar secara daring usai terjadi peristiwa ledakan. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - SMAN 72 Jakarta Utara menerapkan proses belajar mengajar secara daring usai terjadi peristiwa ledakan pada Jumat, 7 November 2025. Kebijakan itu diambil guna pemulihan psikologis kepada siswa, guru, dan staf sekolah yang terdampak peristiwa tersebut.
Komisioner KPAI Diyah Puspitarini menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait guna memastikan kondisi anak-anak yang menjadi korban mendapatkan pendampingan psikologis.
"Untuk sementara, pembelajaran dilakukan secara online agar anak-anak bisa menghilangkan trauma terlebih dahulu. Saat ini masih dalam kondisi darurat tiga hingga empat hari ke depan, kemudian akan dievaluasi kembali," kata Diyah, Minggu (9/11/2025).
Baca juga: 15 Orang Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat di Rumah Sakit Yarsi
Diyah menjelaskan, pendampingan psikologis bukan hanya diberikan kepada siswa yang menjadi korban langsung, tetapi juga kepada anak-anak di sekitar lokasi serta guru dan staf sekolah. Menurut Diyah, fokus utama KPAI saat ini adalah memastikan negara hadir dalam pemulihan kondisi anak-anak terdampak.
Diyah menambahkan, area sekolah yang menjadi lokasi ledakan telah dibersihkan dan dinyatakan aman, namun proses sterilisasi masih terus dilakukan hingga tiga hari ke depan. Karena itu, kegiatan belajar tatap muka belum dapat dilaksanakan.
Baca juga: Polisi Belum Temukan Kaitan Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading dengan Teror Bom di Sekolah Internasional
"Kami melakukan pengawasan langsung di lapangan untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik, dan anak-anak mendapatkan haknya untuk pulih secara psikologis," ujarnya.
Pemerintah bersama pihak sekolah dan tenaga ahli psikologi juga akan menurunkan tim untuk mendampingi siswa selama proses belajar daring berlangsung.
Komisioner KPAI Diyah Puspitarini menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait guna memastikan kondisi anak-anak yang menjadi korban mendapatkan pendampingan psikologis.
"Untuk sementara, pembelajaran dilakukan secara online agar anak-anak bisa menghilangkan trauma terlebih dahulu. Saat ini masih dalam kondisi darurat tiga hingga empat hari ke depan, kemudian akan dievaluasi kembali," kata Diyah, Minggu (9/11/2025).
Baca juga: 15 Orang Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat di Rumah Sakit Yarsi
Diyah menjelaskan, pendampingan psikologis bukan hanya diberikan kepada siswa yang menjadi korban langsung, tetapi juga kepada anak-anak di sekitar lokasi serta guru dan staf sekolah. Menurut Diyah, fokus utama KPAI saat ini adalah memastikan negara hadir dalam pemulihan kondisi anak-anak terdampak.
Diyah menambahkan, area sekolah yang menjadi lokasi ledakan telah dibersihkan dan dinyatakan aman, namun proses sterilisasi masih terus dilakukan hingga tiga hari ke depan. Karena itu, kegiatan belajar tatap muka belum dapat dilaksanakan.
Baca juga: Polisi Belum Temukan Kaitan Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading dengan Teror Bom di Sekolah Internasional
"Kami melakukan pengawasan langsung di lapangan untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik, dan anak-anak mendapatkan haknya untuk pulih secara psikologis," ujarnya.
Pemerintah bersama pihak sekolah dan tenaga ahli psikologi juga akan menurunkan tim untuk mendampingi siswa selama proses belajar daring berlangsung.
(cip)
Lihat Juga :