Orang Tua Antar ke SMAN 72 Ambil Tas dan Perlengkapan, Anak Masih Trauma Ledakan
Sabtu, 08 November 2025 - 17:38 WIB
loading...
Orang tua siswa mendampingi anaknya mengambil tas dan perlengkapan sekolah di SMAN 72, Kelapa Gading pasca ledakan, pada Sabtu (8/11/2025) sore. Foto/Muhammad Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Widya salah satu orangtua siswa kelas X mendampingi untuk mengambil tas dan perlengkapan sekolah di SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Sabtu (8/11/2025) sore. Ia menyebut kondisi sang anak masih ada sedikit trauma dengan kasus ledakan pada Jumat (7/11/2025).
Namun, dirinya sebagai orangtua mendukung anaknya agar tidak trauma berkepanjangan.
Baca juga: 20 Korban Ledakan di SMA 72 Kelapa Gading Dibawa ke Rumah Sakit, 1 Pelaku Ditangkap
"Putri kita hari ini masih ada trauma ya seperti tadi saya dampingi, dia ketakutan karena posisi kelasnya sama Masjid itu satu tembok "saya takut, takutnya seram" (menyampaikan pernyataan putrinya). Saya bilang nggak lah dek nggak ada korbannya sehat semoga yang korban sehat sehat semuanya. Saya sebagai orangtua mensupport agar tidak trauma," kata Widya saat ditemui di depan SMAN 72 Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya belum ada informasi terkait kegiatan belajar mengajar (KBM) selanjutnya pasca peristiwa ledakan tersebut.
"(Kegiatan belajar mengajar daring apa luring) Belum ada informasi dari wali kelas selanjutnya belajarnya bagaimana kita belum ada informasi. (Libur) Juga belum ada informasi," jelasnya.
Baca juga: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Dikenal Tertutup dan Jarang Bergaul, Sempat Terekam CCTV
Lebih lanjut, Widya mengaku mendapat informasi kejadian ledakan setelah dikabarkan koordinator kelas ada kejadian darurat di sekolah. Ia langsung segera menjemput sang anak setelah mendapatkan informasi.
"Dari guru belum ada informasi bagaimana kejadian sebenarnya, cuma begitu kejadian orangtua menginformasikan ke grup bagi orangtua tolong dijemput anak-anaknya karena di sekolah ada "darurat", koordinator kelas "darurat" saya langsung sebagai orangtua langsung saya spontan menjemput anak saya bagaimana kabarnya, Puji Tuhan anak saya sehat," tegasnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan terduga pelaku peledakan bom di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut.
Hal ini disampaikan Listyo saat meninjau langsung kondisi terkini para korban di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2025).
"Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa ya di SMA tersebut," kata Listyo Sigit di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Data terkini, kata Listyo, korban yang masuk RSI Cempaka Putih sebanyak 43 orang dengan rincian 14 masih menjalani rawat inap, sementara 29 lainnya sudah diperbolehkan pulang.
Namun, dirinya sebagai orangtua mendukung anaknya agar tidak trauma berkepanjangan.
Baca juga: 20 Korban Ledakan di SMA 72 Kelapa Gading Dibawa ke Rumah Sakit, 1 Pelaku Ditangkap
"Putri kita hari ini masih ada trauma ya seperti tadi saya dampingi, dia ketakutan karena posisi kelasnya sama Masjid itu satu tembok "saya takut, takutnya seram" (menyampaikan pernyataan putrinya). Saya bilang nggak lah dek nggak ada korbannya sehat semoga yang korban sehat sehat semuanya. Saya sebagai orangtua mensupport agar tidak trauma," kata Widya saat ditemui di depan SMAN 72 Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya belum ada informasi terkait kegiatan belajar mengajar (KBM) selanjutnya pasca peristiwa ledakan tersebut.
"(Kegiatan belajar mengajar daring apa luring) Belum ada informasi dari wali kelas selanjutnya belajarnya bagaimana kita belum ada informasi. (Libur) Juga belum ada informasi," jelasnya.
Baca juga: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Dikenal Tertutup dan Jarang Bergaul, Sempat Terekam CCTV
Lebih lanjut, Widya mengaku mendapat informasi kejadian ledakan setelah dikabarkan koordinator kelas ada kejadian darurat di sekolah. Ia langsung segera menjemput sang anak setelah mendapatkan informasi.
"Dari guru belum ada informasi bagaimana kejadian sebenarnya, cuma begitu kejadian orangtua menginformasikan ke grup bagi orangtua tolong dijemput anak-anaknya karena di sekolah ada "darurat", koordinator kelas "darurat" saya langsung sebagai orangtua langsung saya spontan menjemput anak saya bagaimana kabarnya, Puji Tuhan anak saya sehat," tegasnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan terduga pelaku peledakan bom di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut.
Hal ini disampaikan Listyo saat meninjau langsung kondisi terkini para korban di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2025).
"Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa ya di SMA tersebut," kata Listyo Sigit di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Data terkini, kata Listyo, korban yang masuk RSI Cempaka Putih sebanyak 43 orang dengan rincian 14 masih menjalani rawat inap, sementara 29 lainnya sudah diperbolehkan pulang.
(shf)
Lihat Juga :