Hari Sadar Risiko Nasional 2025, Bappenas Sebut Pentingnya Penerapan MRPN
Kamis, 06 November 2025 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan kebijakan pembangunan lebih adaptif terhadap ketidakpastian global dan tantangan lintas sektor. “Tapi bisa jadi dengan kondisi keuangan, kompleksitas masyarakatnya, kemajemukan dan segala macam, itu kemudian bisa di-adjust sedemikian rupa, sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” katanya, Kamis (6/11/2025).
Ketua Masindo Dimas Syailendra Ranadireksa menyoroti urgensi perubahan pola pikir masyarakat dari sikap bagaimana nanti menjadi nanti bagaimana dari pasif menjadi antisipatif terhadap risiko. Menurut Dimas, pendekatan pengurangan risiko kini menjadi elemen penting di berbagai sektor.
Baca juga: Sederhana dan Religius, Jenderal Kopassus Ini Larang Istrinya Naik Mobil Dinas
“Kita melihatnya pada keselamatan transportasi, keamanan digital, mitigasi dampak perubahan iklim, hingga pengelolaan pangan dan penyakit tidak menular. Kalau di transportasi kita pakai helm dan sabuk pengaman, di kesehatan kita punya makanan rendah gula untuk mencegah diabetes, dan di ruang digital kita semakin sadar soal proteksi data. Semua itu contoh sederhana pendekatan pengurangan risiko dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Dimas, diskursus tentang harm reduction perlu terus dibingkai dalam konteks kesehatan publik dan tata kelola berbasis data, agar kebijakan tetap melindungi masyarakat sekaligus memberi ruang pada pendekatan ilmiah.
Ketua Masindo Dimas Syailendra Ranadireksa menyoroti urgensi perubahan pola pikir masyarakat dari sikap bagaimana nanti menjadi nanti bagaimana dari pasif menjadi antisipatif terhadap risiko. Menurut Dimas, pendekatan pengurangan risiko kini menjadi elemen penting di berbagai sektor.
Baca juga: Sederhana dan Religius, Jenderal Kopassus Ini Larang Istrinya Naik Mobil Dinas
“Kita melihatnya pada keselamatan transportasi, keamanan digital, mitigasi dampak perubahan iklim, hingga pengelolaan pangan dan penyakit tidak menular. Kalau di transportasi kita pakai helm dan sabuk pengaman, di kesehatan kita punya makanan rendah gula untuk mencegah diabetes, dan di ruang digital kita semakin sadar soal proteksi data. Semua itu contoh sederhana pendekatan pengurangan risiko dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Dimas, diskursus tentang harm reduction perlu terus dibingkai dalam konteks kesehatan publik dan tata kelola berbasis data, agar kebijakan tetap melindungi masyarakat sekaligus memberi ruang pada pendekatan ilmiah.
Lihat Juga :