Cegah Abrasi, Polisi dan Tiga Kampus Gelar Reboisasi di Indragiri Hulu
Selasa, 04 November 2025 - 21:18 WIB
loading...
Polres Indragiri Hulu (Inhu) menggandeng tiga perguruan tinggi menggelar Sosialisasi Green Policing dan penanaman pohon di tepian Sungai Indragiri. Foto/Ist
A
A
A
INDRAGIRI HULU - Polres Indragiri Hulu (Inhu) menggandeng tiga perguruan tinggi di Kabupaten Inhu untuk melaksanakan Sosialisasi Green Policingdan penanaman pohon di tepian Sungai Indragiri. Kegiatan berlangsung di Pendopo Taman Junjung Buih, Kecamatan Rengat, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan Green Policing ini turut melibatkan tiga kampus di Inhu, yakni ITB Indragiri, Universitas Riau Indragiri (Unrida), dan Madinatun Najah Inhu.
Baca juga: Ajaib! Butet Menang Duel Lawan 3 Harimau Sumatera
Aksi ini dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah abrasi di bantaran Sungai Indragiri. Kapolres Indragiri Hulu AKBP Fahrian Saleh Siregar menjelaskan kegiatan ini dihadiri Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo.
Reboisasi ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program Green Policing yang digagas Kapokda Riau Irjen Hery Heryawan sekaligus wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup, terutama di wilayah yang rawan abrasi.
"Melalui Green Policing, kami ingin mengajak masyarakat dan generasi muda untuk peduli pada lingkungan. Menanam pohon berarti menanam harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan sehat. Kami berharap kegiatan ini bisa membantu mencegah abrasi di tepian Sungai Indragiri dan menjaga keseimbangan ekosistem," ujar Kapolres.
Baca juga: Polda Riau Lanjutkan Operasi PETI di Inhu, Dorongan Masyarakat Jadi Spirit Utama
Dalam kegiatan ini, hadir pula sejumlah pejabat Polda Riau di antaranya Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Wadir Polairud Polda Riau AKBP Andi Yul Lapawesean Tenri Guling serta jajaran pejabat utama Polda Riau.
Selain unsur kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Inhu yang diwakili Pj. Sekda Kabupaten Inhu H Syahruddin perwakilan Kodim 0302/Inhu, Kejari Inhu, Pengadilan Negeri dan Agama Rengat, Rektor universitas yang berada direngat serta para Kabag, Kasat, Kapolsek, dan Kasi Polres Inhu.
Masing-masing kampus mengirimkan 10 mahasiswa perwakilan untuk ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon di sepanjang aliran Sungai Indragiri. Kehadiran mahasiswa ini menjadi simbol keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga dan memulihkan kelestarian alam di daerahnya.
Adapun jenis pohon yang ditanam dalam kegiatan ini antara lain nangka, matoa, sirsak, dan sukun. Jenis-jenis tersebut dipilih karena memiliki akar yang kuat untuk menahan erosi tanah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Kami memilih tanaman produktif agar ke depan selain berfungsi ekologis, juga memberi nilai tambah bagi warga bantaran sungai,” tambah AKBP Fahrian.
Selain penanaman pohon, kegiatan juga diisi dengan sesi sosialisasi mengenai pentingnya kesadaran lingkungan, ramah tamah, dan makan bersama seluruh peserta. Suasana kebersamaan antara jajaran kepolisian, mahasiswa, dan masyarakat tampak hangat dan penuh semangat.
Kapolres Inhu menegaskan, kegiatan Green Policing bukan hanya seremonial, tetapi langkah berkelanjutan untuk membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
“Kami akan terus melibatkan berbagai pihak dari pemerintah daerah, akademisi, hingga komunitas agar gerakan peduli lingkungan ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Inhu,” tegasnya.
Kegiatan Green Policing ini turut melibatkan tiga kampus di Inhu, yakni ITB Indragiri, Universitas Riau Indragiri (Unrida), dan Madinatun Najah Inhu.
Baca juga: Ajaib! Butet Menang Duel Lawan 3 Harimau Sumatera
Aksi ini dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah abrasi di bantaran Sungai Indragiri. Kapolres Indragiri Hulu AKBP Fahrian Saleh Siregar menjelaskan kegiatan ini dihadiri Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo.
Reboisasi ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program Green Policing yang digagas Kapokda Riau Irjen Hery Heryawan sekaligus wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup, terutama di wilayah yang rawan abrasi.
"Melalui Green Policing, kami ingin mengajak masyarakat dan generasi muda untuk peduli pada lingkungan. Menanam pohon berarti menanam harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan sehat. Kami berharap kegiatan ini bisa membantu mencegah abrasi di tepian Sungai Indragiri dan menjaga keseimbangan ekosistem," ujar Kapolres.
Baca juga: Polda Riau Lanjutkan Operasi PETI di Inhu, Dorongan Masyarakat Jadi Spirit Utama
Dalam kegiatan ini, hadir pula sejumlah pejabat Polda Riau di antaranya Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Wadir Polairud Polda Riau AKBP Andi Yul Lapawesean Tenri Guling serta jajaran pejabat utama Polda Riau.
Selain unsur kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Inhu yang diwakili Pj. Sekda Kabupaten Inhu H Syahruddin perwakilan Kodim 0302/Inhu, Kejari Inhu, Pengadilan Negeri dan Agama Rengat, Rektor universitas yang berada direngat serta para Kabag, Kasat, Kapolsek, dan Kasi Polres Inhu.
Masing-masing kampus mengirimkan 10 mahasiswa perwakilan untuk ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon di sepanjang aliran Sungai Indragiri. Kehadiran mahasiswa ini menjadi simbol keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga dan memulihkan kelestarian alam di daerahnya.
Adapun jenis pohon yang ditanam dalam kegiatan ini antara lain nangka, matoa, sirsak, dan sukun. Jenis-jenis tersebut dipilih karena memiliki akar yang kuat untuk menahan erosi tanah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Kami memilih tanaman produktif agar ke depan selain berfungsi ekologis, juga memberi nilai tambah bagi warga bantaran sungai,” tambah AKBP Fahrian.
Selain penanaman pohon, kegiatan juga diisi dengan sesi sosialisasi mengenai pentingnya kesadaran lingkungan, ramah tamah, dan makan bersama seluruh peserta. Suasana kebersamaan antara jajaran kepolisian, mahasiswa, dan masyarakat tampak hangat dan penuh semangat.
Kapolres Inhu menegaskan, kegiatan Green Policing bukan hanya seremonial, tetapi langkah berkelanjutan untuk membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
“Kami akan terus melibatkan berbagai pihak dari pemerintah daerah, akademisi, hingga komunitas agar gerakan peduli lingkungan ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Inhu,” tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :