15 Santri Positif COVID-19, Ponpes Ar-Risalah Stop Aktivitas Keluar Masuk Pondok
Senin, 14 September 2020 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
Diakui Fahmi, sempat timbul kepanikan kepada wali santri. Namun setelah diberi penjelasan barulah mereka mempercayai pihak pondok untuk mengurus semua anak-anak yang terpapat COVID-19 dan lain-lain. "Proses belajar kita ada eberapa hal yang tidak bisa dikurangi, seperti solat dan mengaji,"ujarnya.
Sementara untuk belajar sendiri mereka banyak belajar di ruang terbuka. Guru pengajar yang dari luar untuk sementara distop dan akan belajar menggunakan daring. Di pondok pesantren saat ini yang mengajar hanya guru-guru yang berada di dalam saja.
Untuk menjamin kesehatan para santri, pihaknya mendengarkan saran dari dari Dinas Kesehatan untuk dilakukan pengecekan dini agar penanganan dengan cepat diselesaikan.
"Karena masyarakat kita memandang ini aib dan padahal ini datangnya dari Allah, dan untuk anak-anak saat ini tidak bisa dipulangkan, karena takutnya apabila mereka terpapar dapat menularkan ke yang lain demi kebaikan bersama, ini juga saran dari dinas kesehatan," ungkapnya.
Dokter Pukesmas Citra Medika Kota Lubuklinggau dr Darlela menjelaskan, kasus yang terjadi kepada anak-anak santri Ar Risalah Berawal petugas Pukesmas Citra Medika mendapat tugas dari kepala dinas untuk memeriksa kesehatan anak-anak pesantren terkait COVID-19.
"Pada awal Selasa (8/9/202) kami datang untuk mengecek anak yang ada gejala, dan dicek dak hanya satu yang dapat. Lalu kami lakukan swab kepada anak tersebut dan besoknya hasilnya yang satu itu hasilnya positif COVID-19," kata dr Darlela dalam rilisnya.
Sementara untuk belajar sendiri mereka banyak belajar di ruang terbuka. Guru pengajar yang dari luar untuk sementara distop dan akan belajar menggunakan daring. Di pondok pesantren saat ini yang mengajar hanya guru-guru yang berada di dalam saja.
Untuk menjamin kesehatan para santri, pihaknya mendengarkan saran dari dari Dinas Kesehatan untuk dilakukan pengecekan dini agar penanganan dengan cepat diselesaikan.
"Karena masyarakat kita memandang ini aib dan padahal ini datangnya dari Allah, dan untuk anak-anak saat ini tidak bisa dipulangkan, karena takutnya apabila mereka terpapar dapat menularkan ke yang lain demi kebaikan bersama, ini juga saran dari dinas kesehatan," ungkapnya.
Dokter Pukesmas Citra Medika Kota Lubuklinggau dr Darlela menjelaskan, kasus yang terjadi kepada anak-anak santri Ar Risalah Berawal petugas Pukesmas Citra Medika mendapat tugas dari kepala dinas untuk memeriksa kesehatan anak-anak pesantren terkait COVID-19.
"Pada awal Selasa (8/9/202) kami datang untuk mengecek anak yang ada gejala, dan dicek dak hanya satu yang dapat. Lalu kami lakukan swab kepada anak tersebut dan besoknya hasilnya yang satu itu hasilnya positif COVID-19," kata dr Darlela dalam rilisnya.
Lihat Juga :