Kisah Jenderal Kopassus Sutiyoso Lolos dari Kepungan 120 Pasukan Din Minimi di Aceh
Senin, 03 November 2025 - 07:09 WIB
loading...
A
A
A
Tak ingin jatuh korban lebih banyak lagi, mantan Wadanjen Kopassus ini memutuskan untuk terjun langsung ke medan operasi. Ditemani dua anak buahnya yakni Kapten Desna dan Sersan Wayan, pria yang dikenal dengan panggilan Bang Yos ini kemudian masuk ke hutan untuk mencari tempat persembunyian Din Minimi.
“Akhirnya saya bertiga aja. Kita ke tempat dia. Dikepung 120 orang di tempat Din Minimi. Kalau mau populer bantai saja atau saya disandera tetapi kan saya bukan bonek (bondo nekat). Saya ada latar belakang, ada keyakinan gitu,” terangnya.
Dalam situasi terkepung, Sutiyoso yang memiliki kemampuan intelijen dan terbiasa menghadapi situasi genting di medan operasi tak gentar. Dengan senjata yang sudah dikokang dan siap diletuskan tersebut, Sutiyoso kemudian mengajak kelompok tersebut untuk berdialog.
Kepiawaiannya dalam berdiplomasi disertai keberaniannya menyabung nyawa, membuat Sutiyoso berhasil menaklukkan dan mengajak Din Minimi kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi tanpa ada sebutir peluru pun yang meletus.
Sebagai prajurit Kopassus yang memiliki latar belakang intelijen dan kenyang dengan pengalaman tempur, Sutiyoso hingga kini memiliki koleksi sejumlah senjata api.
Namun demikian, dari sekian senjata tersebut ada senjata yang memiliki kenangan tersendiri yang menemaninya saat menjalankan tugas operasi di Timtim dan Aceh. Dua senjata tersebut menjadi penjaga nyawanya saat di medan operasi.
“Senjata yang diturunkan (saat menghadapi) Din Minimi, saat itu ada 120 orang pemberontak GAM itu kan. Saya menginap di hutan belantara tempat dia gerilya. Saya bujukin malam itu, akhirnya paginya menyerah semua. Ada satu senjata AK, minta dari BIN dulu, ini tentu saja terkenang,” tuturnya.
Begitu juga saat operasi di Timtim, senjata yang menemaninya saat bertempur di medan operasi adalah senjata jenis AK. “Termasuk saat saya operasi di Timtim,” ucapnya singkat.
Senapan serbu AK merupakan senjata yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov, seorang Jenderal asal Rusia. Senjata ini terbukti andal di medan tempur. Selain mudah dioperasikan dan bandel, AK-47 juga mampu menembak walau pun tenggelam dalam air dan tidak macet meski terendam lumpur.
“Akhirnya saya bertiga aja. Kita ke tempat dia. Dikepung 120 orang di tempat Din Minimi. Kalau mau populer bantai saja atau saya disandera tetapi kan saya bukan bonek (bondo nekat). Saya ada latar belakang, ada keyakinan gitu,” terangnya.
Dalam situasi terkepung, Sutiyoso yang memiliki kemampuan intelijen dan terbiasa menghadapi situasi genting di medan operasi tak gentar. Dengan senjata yang sudah dikokang dan siap diletuskan tersebut, Sutiyoso kemudian mengajak kelompok tersebut untuk berdialog.
Kepiawaiannya dalam berdiplomasi disertai keberaniannya menyabung nyawa, membuat Sutiyoso berhasil menaklukkan dan mengajak Din Minimi kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi tanpa ada sebutir peluru pun yang meletus.
Sebagai prajurit Kopassus yang memiliki latar belakang intelijen dan kenyang dengan pengalaman tempur, Sutiyoso hingga kini memiliki koleksi sejumlah senjata api.
Namun demikian, dari sekian senjata tersebut ada senjata yang memiliki kenangan tersendiri yang menemaninya saat menjalankan tugas operasi di Timtim dan Aceh. Dua senjata tersebut menjadi penjaga nyawanya saat di medan operasi.
“Senjata yang diturunkan (saat menghadapi) Din Minimi, saat itu ada 120 orang pemberontak GAM itu kan. Saya menginap di hutan belantara tempat dia gerilya. Saya bujukin malam itu, akhirnya paginya menyerah semua. Ada satu senjata AK, minta dari BIN dulu, ini tentu saja terkenang,” tuturnya.
Begitu juga saat operasi di Timtim, senjata yang menemaninya saat bertempur di medan operasi adalah senjata jenis AK. “Termasuk saat saya operasi di Timtim,” ucapnya singkat.
Senapan serbu AK merupakan senjata yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov, seorang Jenderal asal Rusia. Senjata ini terbukti andal di medan tempur. Selain mudah dioperasikan dan bandel, AK-47 juga mampu menembak walau pun tenggelam dalam air dan tidak macet meski terendam lumpur.
(shf)
Lihat Juga :