Mencekam! Kisah Pergantian Komandan Brimob Anton Soedjarwo Memicu Pengepungan Mabes Polri
Minggu, 02 November 2025 - 12:40 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menempatkan penembak jitu atau sniper di beberapa titik strategis kemudian memerintahkan mereka melepaskan tembakan peringatan kepada siapa pun yang keluar dari Mabes Polri, termasuk Kapolri Jenderal Pol Soetjipto Joedodihardjo.
Suasana di Mabes Polri amat mencekam. Beberapa kali pasukan Brimob melepaskan tembakan peringatan ketika ada perwira Polri yang nekat keluar dari kompleks Mabes Polri.
Untuk mencegah konflik yang lebih besar, Mabes Polri akhirnya memenuhi tuntutan tersebut. Terlebih dalam situasi politik yang tidak menentu, konflik antaranggota Polri akan berakibat sangat tidak menguntungkan bagi Korps Bhayangkara.
Buntut pengepungan Pelopor Brimob yakni mundurnya Kapolri Soetjipto. Sementara, bagi personel Resimen Pelopor, peristiwa pengepungan membawa efek yang tidak menguntungkan jika ditimbang secara politis.
Mundurnya Kapolri Soetjipto setelah pengepungan Brimob merupakan akumulasi dari ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Soetjipto sejak paruh kedua tahun 1967. Soetjipto menjabat mulai 9 Mei 1965-15 Mei 1968.
Suasana di Mabes Polri amat mencekam. Beberapa kali pasukan Brimob melepaskan tembakan peringatan ketika ada perwira Polri yang nekat keluar dari kompleks Mabes Polri.
Untuk mencegah konflik yang lebih besar, Mabes Polri akhirnya memenuhi tuntutan tersebut. Terlebih dalam situasi politik yang tidak menentu, konflik antaranggota Polri akan berakibat sangat tidak menguntungkan bagi Korps Bhayangkara.
Buntut pengepungan Pelopor Brimob yakni mundurnya Kapolri Soetjipto. Sementara, bagi personel Resimen Pelopor, peristiwa pengepungan membawa efek yang tidak menguntungkan jika ditimbang secara politis.
Mundurnya Kapolri Soetjipto setelah pengepungan Brimob merupakan akumulasi dari ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Soetjipto sejak paruh kedua tahun 1967. Soetjipto menjabat mulai 9 Mei 1965-15 Mei 1968.
Lihat Juga :