Kisah Kapolri Jenderal Raden Soekarno Djojonegoro Menangis yang Bikin Prajurit Brimob Berbisik-bisik

Kamis, 30 Oktober 2025 - 07:11 WIB
loading...
Kisah Kapolri Jenderal...
Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Raden Soekarno Djojonegoro. Foto: Sekilas Lintas Kepolisian Republik Indonesia, 1976. Jakarta: Department of Information, Indonesian Police
A A A
MANTAN Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Raden Soekarno Djojonegoro menangis ketika upacara pelepasan prajurit Resimen Pelopor Brimob diberangkatkan ke Irian Barat dengan tujuan menaklukkan Belanda. Pelepasan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri tanggal 8 Maret 1962.

Sayangnya, tangisan itu malah ditanggapi pasukan Brimob yang siap bertempur ke medan perang dengan penuh keheranan. Pelopor Brimob sebenarnya telah siap menyerahkan jiwanya kepada bangsa dengan kemungkinan besar tidak akan pulang.

Baca juga: Kisah Brimob Selamatkan Jenderal M Jusuf dari Berondong Peluru Kelompok Kahar Muzakkar

Dikutip dari buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013, sambil tak kuasa menahan tangis, Jenderal Soekarno meminta maaf kepada prajurit Resimen Tim Pertempuran (RTP) 1 Brimob karena mereka terpaksa meninggalkan anak, istri, dan orang tua.

Suasana penuh emosional dari sambutan jenderal bintang 4 ini justru ditanggapi acuh tak acuh oleh Resimen Pelopor. Banyak anggota pasukan khusus keheranan.

“Kok yang menangis malah Jenderal Soekarno, padahal yang akan berangkat menuju kematian adalah mereka para prajurit rendahan, bukan para jenderal,” ujar Ajun Brigadir Polisi Kartimin yang merupakan salah satu prajurit Brimob mengenang suasana keberangkatan ke Irian Barat dengan perasaan biasa saja.

Maklum, mereka menganggap biasa saja tugas tersebut karena prajurit Detasemen III Pelopor saat itu kebanyakan masih lajang.

Pada tahun 1962, genap 6 tahun Kartimin tidak bertemu ayah dan kakak-kakaknya. Ibunya sudah meninggal dunia sejak Kartimin berusia 5 tahun.

Saat itu, dia masih lajang dan yang ada di pikirannya hanyalah berangkat ke medan tempur sebagai bagian dari anggota pasukan khusus. Perasaan ini juga dimiliki sebagian besar anggota Pelopor yang tidak terlalu emosional.

Sebagian besar yang berangkat ke Irian Barat adalah veteran dari beberapa operasi tempur seperti operasi tempur DI/TII di Jawa Barat dan Kalimantan, GOM IV di Sumatera maupun GOM VI di Aceh. Tak heran, mereka sudah terbiasa dengan kemungkinan tidak kembali atau mati dalam penugasan membela bangsa dan negara.


Kembali lagi ke Jenderal Polisi Soekarno. Dia menjabat Kapolri pada periode 15 Desember 1959-29 Desember 1963. Soekarno dilantik menjadi Kepala Kepolisian Negara menggantikan Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.

Pada 1960, Kepolisian Negara bergabung dalam ABRI. Kemudian, anak keempat Bupati Banjarnegara Raden Adipati Djojonagoro II itu mencetuskan Catur Prasetya yakni empat janji prajurit kepolisian. Catur Prasetya ini resmi dijadikan pedoman kerja Polri selain Tribrata sebagai pedoman hidup.

Kemudian, tahun 1962 Kepolisian Negara Republik Indonesia berubah nama menjadi Angkatan Kepolisian RI (AKRI).

Soekarno lalu digantikan Jenderal Polisi (Purn) Soetjipto Danoekoesoemo pada 30 Desember 1963. Dia diangkat menjadi Menteri Penasihat Presiden untuk Urusan Dalam Negeri.

Soekarno Djojonegoro memasuki masa pensiun mulai 31 Juli 1966. Soekarno meninggal dunia di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Dia meninggalkan istri RA Sukatinah dan lima anak. Sesuai permintaannya, jenazah Soekarno dimakamkan di makam khusus untuk pemakaman keluarga Djojonagoro, Kuwondo Giri di Banjarnegara.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda Metro Jaya Ungkap...
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Hanania Travel Sudah Bermasalah Sejak 2023
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
Rekomendasi
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved