Generasi Muda Papua Didorong Jadi Pelopor Persatuan dan Rekonsiliasi
Rabu, 29 Oktober 2025 - 11:37 WIB
loading...
Persekutuan Gereja-Gereja di Papua (PGGP) bersama Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Provinsi Papua dan Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Papua menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Foto/Istimewa
A
A
A
JAYAPURA - Persekutuan Gereja-Gereja di Papua (PGGP) bersama Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Provinsi Papua dan Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Papua menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Kebaktian dalam semangat Hari Sumpah Pemuda ini digelar di Gedung Kesenian Papua, Jayapura, Selasa (28/10/2025).
Ratusan jemaat dari berbagai denominasi gereja menghadiri kebaktian dengan khotbah utama disampaikan oleh Ketua I PGGP Pdt. Metusaleh Mauri. Dalam khotbahnya, Pdt. Metusaleh Mauri menekankan pentingnya peran gereja sebagai jembatan rekonsiliasi dalam membangun kesatuan umat di tengah keberagaman Papua.
Dia mengungkapkan, gereja mengambil peranan inti sebagai rekonsiliator kesatuan umat di Papua sebagai tubuh Kristus, terlepas adanya keragaman pandangan di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Kemensos Gandeng PERDAMI dan AMCF Gelar Operasi Katarak Gratis bagi Lansia di Palembang
"Atas nama rekonsiliasi, kami mengucapkan terima kasih banyak dan syukur bagi Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Terima kasih banyak untuk orang-orang tua Papua yang telah menerima dan membina kami generasi muda Papua," ujar Pdt. Metusaleh Mauri, dikutip Rabu (29/10/2025).
Dalam ibadah tersebut, Generasi Muda Papua membacakan deklarasi komitmen untuk menjadi pelopor persatuan dan perdamaian bangsa. Mereka berjanji melaksanakan amanat Kristus untuk hidup dalam kasih dan rekonsiliasi, serta menyerukan agar masyarakat Papua tetap bersatu pasca-PSU 2025.
“PSU sudah selesai, PSU bukan segalanya. Kasih Tuhan adalah segalanya,” kutipan dari deklarasi yang dibacakan penuh semangat.
Acara ini menjadi simbol kuat kolaborasi antar-gereja di Papua dalam membina generasi muda agar mampu menjadi agen perdamaian dan persaudaraan sejati bukan hanya di lingkungan gereja. Tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Deklarasi yang dibacakan pada momen Hari Sumpah Pemuda tersebut secara simbolis menunjukkan komitmen para pemimpin gereja di Papua untuk mendorong generasi muda gereja sebagai penerus dalam mengusahakan persatuan dan perdamaian bangsa.
Ratusan jemaat dari berbagai denominasi gereja menghadiri kebaktian dengan khotbah utama disampaikan oleh Ketua I PGGP Pdt. Metusaleh Mauri. Dalam khotbahnya, Pdt. Metusaleh Mauri menekankan pentingnya peran gereja sebagai jembatan rekonsiliasi dalam membangun kesatuan umat di tengah keberagaman Papua.
Dia mengungkapkan, gereja mengambil peranan inti sebagai rekonsiliator kesatuan umat di Papua sebagai tubuh Kristus, terlepas adanya keragaman pandangan di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Kemensos Gandeng PERDAMI dan AMCF Gelar Operasi Katarak Gratis bagi Lansia di Palembang
"Atas nama rekonsiliasi, kami mengucapkan terima kasih banyak dan syukur bagi Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Terima kasih banyak untuk orang-orang tua Papua yang telah menerima dan membina kami generasi muda Papua," ujar Pdt. Metusaleh Mauri, dikutip Rabu (29/10/2025).
Dalam ibadah tersebut, Generasi Muda Papua membacakan deklarasi komitmen untuk menjadi pelopor persatuan dan perdamaian bangsa. Mereka berjanji melaksanakan amanat Kristus untuk hidup dalam kasih dan rekonsiliasi, serta menyerukan agar masyarakat Papua tetap bersatu pasca-PSU 2025.
“PSU sudah selesai, PSU bukan segalanya. Kasih Tuhan adalah segalanya,” kutipan dari deklarasi yang dibacakan penuh semangat.
Acara ini menjadi simbol kuat kolaborasi antar-gereja di Papua dalam membina generasi muda agar mampu menjadi agen perdamaian dan persaudaraan sejati bukan hanya di lingkungan gereja. Tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Deklarasi yang dibacakan pada momen Hari Sumpah Pemuda tersebut secara simbolis menunjukkan komitmen para pemimpin gereja di Papua untuk mendorong generasi muda gereja sebagai penerus dalam mengusahakan persatuan dan perdamaian bangsa.
(rca)
Lihat Juga :