Gelar Unjuk Rasa, ISSC Desak Menkeu Purbaya Setop Impor Baja dari Vietnam dan China
Selasa, 28 Oktober 2025 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Selain merugikan industri dalam negeri, kata Budi, maraknya baja impor juga menggerus peluang kerja bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tidak hanya itu, impor konstruksi baja juga membuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kehilangan pesanan dan kesempatan kerja.
![Gelar Unjuk Rasa, ISSC Desak Menkeu Purbaya Setop Impor Baja dari Vietnam dan China]()
"Sejak maraknya impor baja, kami sudah nggak banyak mempekerjakan lulusan SMK. Ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk segera menyetop impor konstruksi baja," paparnya
Budi menegaskan, aksi unjuk rasa yang digelar ini bertujuan untuk mendukung langkah Purbaya dan Dirjen Bea Cukai dalam memberantas praktik impor ilegal. "Kami mendukung Bea Cukai, mendukung Pak Purbaya akan menangkap para mafia-mafia impor baja ini," ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, impor baja ini telah berlangsung sejak 2017. Menurut Budi, hingga Juli 2025, total baja yang masuk ke Indonesia dari Vietnam dan China mencapai 600.000 ton. Padahal, kapasitas produksi dalam negeri mencapai sekitar 1 juta ton per tahun. “Kerugian akibat masifnya impor baja, bisa mencapai triliunan rupiah karena menyangkut juga rantai pasok, pekerjaan teman-teman dan sebagainya,” tegasnya.

"Sejak maraknya impor baja, kami sudah nggak banyak mempekerjakan lulusan SMK. Ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk segera menyetop impor konstruksi baja," paparnya
Budi menegaskan, aksi unjuk rasa yang digelar ini bertujuan untuk mendukung langkah Purbaya dan Dirjen Bea Cukai dalam memberantas praktik impor ilegal. "Kami mendukung Bea Cukai, mendukung Pak Purbaya akan menangkap para mafia-mafia impor baja ini," ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, impor baja ini telah berlangsung sejak 2017. Menurut Budi, hingga Juli 2025, total baja yang masuk ke Indonesia dari Vietnam dan China mencapai 600.000 ton. Padahal, kapasitas produksi dalam negeri mencapai sekitar 1 juta ton per tahun. “Kerugian akibat masifnya impor baja, bisa mencapai triliunan rupiah karena menyangkut juga rantai pasok, pekerjaan teman-teman dan sebagainya,” tegasnya.
(cip)
Lihat Juga :