Jalan Beda Tinggi di Penjaringan, Pemprov Jakarta Janji Bereskan jika Pengembang Ogah Perbaiki
Senin, 27 Oktober 2025 - 15:04 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung jalan beda tinggi di Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (27/10/2025). Jalan beda tinggi ini menjadi sorotan lantaran mangkrak sejak tahun 2016. Foto: Danandaya
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung jalan beda tinggi di Jalan Inspeksi, Kali Duri 1, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (27/10/2025). Jalan beda tinggi ini menjadi sorotan lantaran mangkrak sejak tahun 2016.
Pramono ditemani Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo. Dia mengamati perbedaan tinggi antara dua jalur berlawanan.
Baca juga: Jalan Beda Tinggi di Penjaringan Mangkrak Sejak 2016, Pramono: Proyek CSR Bukan APBD
Dia melintas di jalan yang lebih tinggi sepanjang 350 meter. Selama meninjau sesekali dia menyapa warga yang rumahnya berhadapan langsung dengan jalan yang lebih rendah.
Heru mengatakan, jalan tersebut awalnya dibangun pihak pengembang pada tahun 2016. Setelah 9 tahun mangkrak, dia berencana menemui pengembang untuk mengkomunikasikan penyelesaian jalan.
Dia berjanji menangani persoalan ini jika pengembang enggan terlibat kembali. "Ini waktu itu dibangun melalui swasta kemudian terhenti. Nah, kami akan komunikasikan dengan pengembang. Kalau bisa dilanjut, dilanjut. Kalau pengembangnya sudah tidak bisa, kami yang akan masuk," ujar Heru.
Dia enggan merincikan alasan proyek pembangunan jalan dihentikan pengembang. Menurut dia, terjadi permasalahan di internal pengembang yang membuat jalan tersebut tidak terselesaikan dengan baik.
"Sebenarnya kita mau masuk dari tahun 2023, cuma ketahan. Ketahan ya, yang tidak bisa saya sampaikan di sini. Tapi memang sebenarnya kita mau masuk dari 2023, tapi tidak bisa dilaksanakan. Nah, itulah yang akan saya bicarakan dengan pengembang," ujar Heru.
Pramono ditemani Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo. Dia mengamati perbedaan tinggi antara dua jalur berlawanan.
Baca juga: Jalan Beda Tinggi di Penjaringan Mangkrak Sejak 2016, Pramono: Proyek CSR Bukan APBD
Dia melintas di jalan yang lebih tinggi sepanjang 350 meter. Selama meninjau sesekali dia menyapa warga yang rumahnya berhadapan langsung dengan jalan yang lebih rendah.
Heru mengatakan, jalan tersebut awalnya dibangun pihak pengembang pada tahun 2016. Setelah 9 tahun mangkrak, dia berencana menemui pengembang untuk mengkomunikasikan penyelesaian jalan.
Dia berjanji menangani persoalan ini jika pengembang enggan terlibat kembali. "Ini waktu itu dibangun melalui swasta kemudian terhenti. Nah, kami akan komunikasikan dengan pengembang. Kalau bisa dilanjut, dilanjut. Kalau pengembangnya sudah tidak bisa, kami yang akan masuk," ujar Heru.
Dia enggan merincikan alasan proyek pembangunan jalan dihentikan pengembang. Menurut dia, terjadi permasalahan di internal pengembang yang membuat jalan tersebut tidak terselesaikan dengan baik.
"Sebenarnya kita mau masuk dari tahun 2023, cuma ketahan. Ketahan ya, yang tidak bisa saya sampaikan di sini. Tapi memang sebenarnya kita mau masuk dari 2023, tapi tidak bisa dilaksanakan. Nah, itulah yang akan saya bicarakan dengan pengembang," ujar Heru.
(jon)
Lihat Juga :