Pengabdian Masyarakat, Ormawa FORKIP UNIB Edukasi Mitigasi Bencana di Seluma
Minggu, 26 Oktober 2025 - 21:09 WIB
loading...
Mahasiswa BEM FKIP Universitas Bengkulu melalui Ormawa FORKIP mengikuti program pengabdian masyarakat di Desa Air Kemuning, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SELUMA - Mahasiswa BEM FKIP Universitas Bengkulu (UNIB) melalui Ormawa FORKIP mengikuti program pengabdian masyarakat di Desa Air Kemuning, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma. Kegiatan diagendakan berlangsung 40 hari ini diharapkan bisa memberikan dampak signifikan untuk warga desa.
”Para mahasiswa tentu tetap berkomunikasi pada dosen pembimbing dan pihak desa setiap menjalankan program pendampingan. Ini karena tema edukasi mitigasi bencana gempa bumi tentu harus terorganisir dengan baik,” kata Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP Universitas Bengkulu Rio Kurniawan, Minggu (26/10/2025). Baca juga: Ini Daya Tampung Prodi Kebidanan di Universitas Bengkulu, Unair, dan UB
Ketua Pengabdian Bogy Restu Ilahi mengatakan, kegiatan ini sangat menarik dan tepat sasaran karena mitranya guru dan karang taruna. Secara garis besar guru meningkatkan kualitas mereka dalam proses pembelajaran dan implementasi pada kurikulum mitigasi bencana . Sedangkan karang taruna diberikan soft skill tentang masase cedera olahraga (MCO).
”Sehingga skill ini bisa memberikan multi manfaat. Di antaranya bisa mereka gunakan sendiri dan membantu masyrakat sekitar, lebih menarik semua kegiatan ini akan di kolaborasi melalui berbantuan teknologi yaitu ICSS (integrated circuit sport sience),” ujarnya.
Bogy menjelaskan, kegiatan ini diinisiasi Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu karena beberapa hal. Pada 2023 hingga pertengahan 2024, sedikitnya 17 kali gempa bumi tercatat mengguncang wilayah Seluma dan sekitarnya.
Beberapa di antaranya berdampak langsung pada masyarakat Desa Air Kemuning. Mulai dari kerusakan rumah ringan, gangguan aktivitas pendidikan, hingga menyebabkan ketakutan dan trauma psikologis, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.
Tak hanya itu guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia (IGI) Seluma, Ranting Desa Air Kemuning, sebagai mitra pelaksana program, menyampaikan bahwa belum tersedia panduan maupun pelatihan terkait integrasi kebencanaan ke dalam kurikulum sekolah. Khususnya melalui pendekatan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Padahal, latihan jasmani yang terstruktur secara sport science dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun kesiapsiagaan fisik dan mental anak sejak dini. Menyikapi hal tersebut, pendekatan sport science menjadi inovasi utama dalam program pengabdian ini.
Melalui latihan-latihan kebugaran yang dirancang dalam konteks simulasi evakuasi, anak-anak akan dilatih untuk memiliki refleks cepat, daya tahan fisik yang memadai, serta kesiapan psikologis dalam menghadapi situasi darurat seperti gempa bumi. Latihan ini tidak hanya membantu proses pemulihan trauma, tetapi juga membentuk karakter tangguh dan adaptif dalam menghadapi risiko bencana.
Fina HIasa dan Wili Novrian, anggota pengabdian menyampaikan, Karang Taruna Desa Air Kemuning selama ini aktif dalam kegiatan sosial desa. Sayangnya mereka belum memiliki keterampilan spesifik yang dapat dimanfaatkan dalam situasi bencana maupun pemberdayaan ekonomi lokal.
Program ini juga akan mengembangkan sistem edukatif berbasis ICSS yang dapat diakses publik. Sistem ini akan menjadi pusat informasi mitigasi gempa berbasis olahraga, yang memuat materi edukasi, video latihan, jalur evakuasi digital, hingga katalog layanan jasa sport massage yang ditawarkan oleh anggota Karang Taruna. Baca juga: Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Mukomuko Bengkulu
Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya membekali pemuda desa dengan keterampilan praktis. Namun juga membuka akses terhadap pemasaran digital dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Jepri, perwakilan Desa Air Kemuning berterima kasih dan menyambut baik program ini. Ia berharap program seperti ini tidak terhenti tetapi berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
Sekretaris IGI Seluma, Suyanti juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kegiatan ini. Skill yang diberikan sangat spesifik dan sangat membantu dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada saat ini.
”Para mahasiswa tentu tetap berkomunikasi pada dosen pembimbing dan pihak desa setiap menjalankan program pendampingan. Ini karena tema edukasi mitigasi bencana gempa bumi tentu harus terorganisir dengan baik,” kata Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP Universitas Bengkulu Rio Kurniawan, Minggu (26/10/2025). Baca juga: Ini Daya Tampung Prodi Kebidanan di Universitas Bengkulu, Unair, dan UB
Ketua Pengabdian Bogy Restu Ilahi mengatakan, kegiatan ini sangat menarik dan tepat sasaran karena mitranya guru dan karang taruna. Secara garis besar guru meningkatkan kualitas mereka dalam proses pembelajaran dan implementasi pada kurikulum mitigasi bencana . Sedangkan karang taruna diberikan soft skill tentang masase cedera olahraga (MCO).
”Sehingga skill ini bisa memberikan multi manfaat. Di antaranya bisa mereka gunakan sendiri dan membantu masyrakat sekitar, lebih menarik semua kegiatan ini akan di kolaborasi melalui berbantuan teknologi yaitu ICSS (integrated circuit sport sience),” ujarnya.
Bogy menjelaskan, kegiatan ini diinisiasi Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu karena beberapa hal. Pada 2023 hingga pertengahan 2024, sedikitnya 17 kali gempa bumi tercatat mengguncang wilayah Seluma dan sekitarnya.
Beberapa di antaranya berdampak langsung pada masyarakat Desa Air Kemuning. Mulai dari kerusakan rumah ringan, gangguan aktivitas pendidikan, hingga menyebabkan ketakutan dan trauma psikologis, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.
Tak hanya itu guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia (IGI) Seluma, Ranting Desa Air Kemuning, sebagai mitra pelaksana program, menyampaikan bahwa belum tersedia panduan maupun pelatihan terkait integrasi kebencanaan ke dalam kurikulum sekolah. Khususnya melalui pendekatan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Padahal, latihan jasmani yang terstruktur secara sport science dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun kesiapsiagaan fisik dan mental anak sejak dini. Menyikapi hal tersebut, pendekatan sport science menjadi inovasi utama dalam program pengabdian ini.
Melalui latihan-latihan kebugaran yang dirancang dalam konteks simulasi evakuasi, anak-anak akan dilatih untuk memiliki refleks cepat, daya tahan fisik yang memadai, serta kesiapan psikologis dalam menghadapi situasi darurat seperti gempa bumi. Latihan ini tidak hanya membantu proses pemulihan trauma, tetapi juga membentuk karakter tangguh dan adaptif dalam menghadapi risiko bencana.
Fina HIasa dan Wili Novrian, anggota pengabdian menyampaikan, Karang Taruna Desa Air Kemuning selama ini aktif dalam kegiatan sosial desa. Sayangnya mereka belum memiliki keterampilan spesifik yang dapat dimanfaatkan dalam situasi bencana maupun pemberdayaan ekonomi lokal.
Program ini juga akan mengembangkan sistem edukatif berbasis ICSS yang dapat diakses publik. Sistem ini akan menjadi pusat informasi mitigasi gempa berbasis olahraga, yang memuat materi edukasi, video latihan, jalur evakuasi digital, hingga katalog layanan jasa sport massage yang ditawarkan oleh anggota Karang Taruna. Baca juga: Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Mukomuko Bengkulu
Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya membekali pemuda desa dengan keterampilan praktis. Namun juga membuka akses terhadap pemasaran digital dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Jepri, perwakilan Desa Air Kemuning berterima kasih dan menyambut baik program ini. Ia berharap program seperti ini tidak terhenti tetapi berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
Sekretaris IGI Seluma, Suyanti juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kegiatan ini. Skill yang diberikan sangat spesifik dan sangat membantu dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada saat ini.
(poe)
Lihat Juga :