Renovasi Rumah Tak Layak Huni Sasar Kabupaten Demak, Nilainya Capai Rp600 Juta
Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
“Ini merupakan merupakan bentuk nyata kolaborasi sektor swasta dan pemerintah daerah demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Bantuan ini selaras dengan program pemerintah daerah Demak dalam meningkatkan ketahanan sosial yang berkelanjutan. Semoga, bantuan ini dirasakan manfaatnya, tidak hanya bagi warga yang rumahnya direnovasi, tapi juga lingkungan di sekitarnya,” ujar Akhmad Sugiharto.
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan serah terima RSLH kepada 10 warga Demak ini merupakan upaya perusahaan menciptakan masyarakat yang produktif dan kreatif, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Diharapkan, dengan hunian yang aman, nyaman dan sehat untuk ditinggali turut mendorong perbaikan ekonomi bagi keluarga dan lingkungan penerima bantuan.
“Rumah bukan hanya bangunan, melainkan ruang interaksi sesama anggota keluarga. Dengan hunian yang aman, nyaman dan sehat untuk ditinggali, kami berharap, interaksi sesama keluarga menjadi lebih positif dan mendorong lahirnya hal-hal yang produktif sehingga dapat memperbaiki perekonomian mereka dan juga lingkungan sekitarnya,” ujar Budiharto.
Dalam program Rumah Sederhana Layak Huni ini, penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali untuk proses pembangunan, serta melibatkan masyarakat di lingkungan sekitar dalam proses pembangunan. Melalui program bedah rumah ini, hunian yang direnovasi dan dibangun ulang mengacu pada tiga aspek dasar yakni aman, nyaman dan sehat untuk ditinggali.
Menariknya, kini luasan rumah yang direnovasi bertambah 3,5 meter persegi dari sebelumnya 30 meter persegi. Lalu penempatan kamar mandi yang semula berdekatan dengan dapur, kini berada di area belakang rumah agar lebih higienis dan sehat.
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan serah terima RSLH kepada 10 warga Demak ini merupakan upaya perusahaan menciptakan masyarakat yang produktif dan kreatif, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Diharapkan, dengan hunian yang aman, nyaman dan sehat untuk ditinggali turut mendorong perbaikan ekonomi bagi keluarga dan lingkungan penerima bantuan.
“Rumah bukan hanya bangunan, melainkan ruang interaksi sesama anggota keluarga. Dengan hunian yang aman, nyaman dan sehat untuk ditinggali, kami berharap, interaksi sesama keluarga menjadi lebih positif dan mendorong lahirnya hal-hal yang produktif sehingga dapat memperbaiki perekonomian mereka dan juga lingkungan sekitarnya,” ujar Budiharto.
Dalam program Rumah Sederhana Layak Huni ini, penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali untuk proses pembangunan, serta melibatkan masyarakat di lingkungan sekitar dalam proses pembangunan. Melalui program bedah rumah ini, hunian yang direnovasi dan dibangun ulang mengacu pada tiga aspek dasar yakni aman, nyaman dan sehat untuk ditinggali.
Menariknya, kini luasan rumah yang direnovasi bertambah 3,5 meter persegi dari sebelumnya 30 meter persegi. Lalu penempatan kamar mandi yang semula berdekatan dengan dapur, kini berada di area belakang rumah agar lebih higienis dan sehat.
(cip)
Lihat Juga :