Barometer ETLE Nasional, Kakorlantas Puji Kinerja Ditlantas Polda Jatim
Selasa, 21 Oktober 2025 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data paparan Korlantas Polri periode Januari-September 2025, penindakan pelanggaran ETLE di Jawa Timur mencatat di ETLE Statis terdapat 360.345 pelanggaran (Validasi 110.690, Terkonfirmasi 28.049, dan Terbayar 8.010). ETLE Handheld terdapat 6.134 pelanggaran (Validasi 4.725, Terkonfirmasi 1.101, dan Terbayar 179). ETLE Mobile (On Board) 80.987 pelanggaran (Validasi 57.740, Terkonfirmasi 10.076, dan Terbayar 3.906). Sedangkan ETLE WIM 4.560 pelanggaran.
Adapun berdasarkan data Ditlantas Polda Jatim dari Website ETLENAS V1 dan V2, tercatat hasil sebagai berikut: ETLE Statis 1.929.632 pelanggaran terekam (Validasi 110.690, Terkonfirmasi 21.510, Terbayar 5.994).
ETLE Handheld: 6.134 pelanggaran (Validasi 4.725, Terkonfirmasi 1.101, Terbayar 179). ETLE Mobile: 80.987 pelanggaran (Validasi 57.740, Terkonfirmasi 10.076, Terbayar 3.906). ETLE WIM: 4.560 pelanggaran. Baca juga: ETLE Tonggak Transformasi Penegakan Hukum di Era Digital
Kakorlantas Polri menilai keberhasilan Polda Jawa Timur dalam penerapan ETLE tidak hanya diukur dari jumlah perangkat maupun data pelanggaran. Keberhasilan juga dari sistem kerja yang terintegrasi, akurasi data, dan peningkatan kesadaran masyarakat.
“ETLE di Jawa Timur telah menjadi teladan bagi Polda lain. Teknologi ini bukan sekadar alat penegakan hukum, tetapi juga instrumen pendidikan publik agar lebih disiplin dan sadar keselamatan berlalu lintas,” tegas Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Adapun berdasarkan data Ditlantas Polda Jatim dari Website ETLENAS V1 dan V2, tercatat hasil sebagai berikut: ETLE Statis 1.929.632 pelanggaran terekam (Validasi 110.690, Terkonfirmasi 21.510, Terbayar 5.994).
ETLE Handheld: 6.134 pelanggaran (Validasi 4.725, Terkonfirmasi 1.101, Terbayar 179). ETLE Mobile: 80.987 pelanggaran (Validasi 57.740, Terkonfirmasi 10.076, Terbayar 3.906). ETLE WIM: 4.560 pelanggaran. Baca juga: ETLE Tonggak Transformasi Penegakan Hukum di Era Digital
Kakorlantas Polri menilai keberhasilan Polda Jawa Timur dalam penerapan ETLE tidak hanya diukur dari jumlah perangkat maupun data pelanggaran. Keberhasilan juga dari sistem kerja yang terintegrasi, akurasi data, dan peningkatan kesadaran masyarakat.
“ETLE di Jawa Timur telah menjadi teladan bagi Polda lain. Teknologi ini bukan sekadar alat penegakan hukum, tetapi juga instrumen pendidikan publik agar lebih disiplin dan sadar keselamatan berlalu lintas,” tegas Irjen Pol Agus Suryonugroho.
(poe)
Lihat Juga :