2.606 Kejadian Bencana Melanda Sejak 1 Januari-19 Oktober 2025
Selasa, 21 Oktober 2025 - 06:37 WIB
loading...
BNPB mencatat sebanyak 2.606 bencana melanda wilayah Indonesia sejak 1 Januari hingga 19 Oktober 2025. Bencana tertinggi terjadi di Sumatara Utara dan Riau. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.606 bencana melanda wilayah Indonesia sejak 1 Januari hingga 19 Oktober 2025. Bencana yang tertinggi terjadi di wilayah Sumatara Utara dan Riau.
“Rekapitulasi dari kejadian bencana di Indonesia sampai tanggal 19 Oktober 2025 sudah ada 2.606 kali kejadian bencana,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam agenda Disaster Briefing, dikutip Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Banjir Rob Ancam Rendam Wilayah Pesisir hingga 4 November 2025, Ini Daftar Daerah Terdampak
Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan, Sumatera Utara dan Riau menjadi dua daerah dengan jumlah bencana tertinggi, disusul wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur di Pulau Jawa. Saat ini, Indonesia sedang memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, yang menyebabkan cuaca ekstrem meningkat di sejumlah daerah.
“Kejadian yang paling besar, paling banyak banjir, cuaca ekstrem, dan Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan). Ini ketika sudah mulai masuk dalam musim peralihan, maka dominan biasanya kejadian bencana yang dilaporkan ke BNPB itu adalah cuaca ekstrem,” ungkap Aam.
Meski dampak cuaca ekstrem tidak selalu menyebabkan kerusakan fisik parah seperti gempa atau banjir bandang, Aam menegaskan potensi ancaman terhadap keselamatan jiwa tetap ada.
Baca juga: Cuaca Panas Mendidih Siang Hari dan Hujan Lebat Malam Hari, Begini Penjelasan BMKG
“Tapi, tetap ini bisa menyebabkan korban jiwa. Jadi ada dua korban jiwa akibat cuaca ekstrem karena biasanya cuaca ekstrem ini yang paling berbahaya itu kalau kita lagi di luar ruangan, ada pohon tumbang atau papan reklame dan seterusnya. Jadi, ini tetap menjadi kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Aam mengatakan bahwa kejadian paling sering terjadi di wilayah Sumatera adalah banjir. Sementara, untuk wilayah Kalimantan kejadian yang sering melanda adalah karhutla.
“Tetapi ini kebakaran hutan yang terkendali. Jadi bisa dipadamkan oleh satgas-satgas di provinsi,” ungkapnya.
Kemudian, ujar Aam, untuk di Pulau Jawa kejadian bencana yang mendominasi adalah cuaca ekstrem. Terutama, adanya perbedaan cuaca dari panas ke hujan sering terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. “Hal seperti ini perlu diwaspadai. Jadi sahabat tangguh semuanya tetap meng-update perkiraan cuaca,” pungkasnya.
“Rekapitulasi dari kejadian bencana di Indonesia sampai tanggal 19 Oktober 2025 sudah ada 2.606 kali kejadian bencana,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam agenda Disaster Briefing, dikutip Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Banjir Rob Ancam Rendam Wilayah Pesisir hingga 4 November 2025, Ini Daftar Daerah Terdampak
Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan, Sumatera Utara dan Riau menjadi dua daerah dengan jumlah bencana tertinggi, disusul wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur di Pulau Jawa. Saat ini, Indonesia sedang memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, yang menyebabkan cuaca ekstrem meningkat di sejumlah daerah.
“Kejadian yang paling besar, paling banyak banjir, cuaca ekstrem, dan Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan). Ini ketika sudah mulai masuk dalam musim peralihan, maka dominan biasanya kejadian bencana yang dilaporkan ke BNPB itu adalah cuaca ekstrem,” ungkap Aam.
Meski dampak cuaca ekstrem tidak selalu menyebabkan kerusakan fisik parah seperti gempa atau banjir bandang, Aam menegaskan potensi ancaman terhadap keselamatan jiwa tetap ada.
Baca juga: Cuaca Panas Mendidih Siang Hari dan Hujan Lebat Malam Hari, Begini Penjelasan BMKG
“Tapi, tetap ini bisa menyebabkan korban jiwa. Jadi ada dua korban jiwa akibat cuaca ekstrem karena biasanya cuaca ekstrem ini yang paling berbahaya itu kalau kita lagi di luar ruangan, ada pohon tumbang atau papan reklame dan seterusnya. Jadi, ini tetap menjadi kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Aam mengatakan bahwa kejadian paling sering terjadi di wilayah Sumatera adalah banjir. Sementara, untuk wilayah Kalimantan kejadian yang sering melanda adalah karhutla.
“Tetapi ini kebakaran hutan yang terkendali. Jadi bisa dipadamkan oleh satgas-satgas di provinsi,” ungkapnya.
Kemudian, ujar Aam, untuk di Pulau Jawa kejadian bencana yang mendominasi adalah cuaca ekstrem. Terutama, adanya perbedaan cuaca dari panas ke hujan sering terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. “Hal seperti ini perlu diwaspadai. Jadi sahabat tangguh semuanya tetap meng-update perkiraan cuaca,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :