LBH Gema Keadilan Siap Beri Pendampingan Hukum kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga
Kamis, 16 Oktober 2025 - 22:51 WIB
loading...
LBH Gema Keadilan menyatakan kesiapannya memberikan pendampingan hukum kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Pitria. Foto/SindoNews
A
A
A
SERANG - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gema Keadilan menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan hukum kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Pitria yang sempat dinonaktifkan buntut insiden teguran terhadap siswanya. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Tim Advokasi LBH Gema Keadilan yang dipimpin oleh Syam F. Eleuwarin.
Syam menegaskan, lembaganya siap memberikan pendampingan penuh terhadap Dini Pitria dalam menghadapi segala konsekuensi hukum maupun sosial akibat peristiwa yang sempat mengundang perhatian publik itu. “Kami siap mendukung dan membela hak-hak hukum Ibu Dini Pitria sebagai pendidik yang menjalankan tugas sesuai amanah profesinya,” ujar Syam di Serang, Kamis (16/10/2025).
Menurut Syam, tindakan Dini Pitria dalam menegur siswa yang melanggar tata tertib sekolah tidak dapat serta-merta dipandang sebagai pelanggaran hukum. Ia menilai bahwa kejadian tersebut perlu dilihat dalam konteks pembinaan dan upaya menanamkan kedisiplinan di lingkungan sekolah.
Baca juga: Kepala SMAN 1 Cimarga Lebak Dicopot Akibat Tampar Siswa Merokok
“Guru memiliki peran strategis dalam menegakkan nilai-nilai kedisiplinan. Apabila terdapat kekeliruan dalam cara menyampaikan, hal itu perlu diselesaikan secara edukatif, bukan dengan hukuman administratif berlebihan,” tambahnya.
LBH Gema Keadilan menilai, keputusan Gubernur Banten Andra Soni untuk mengaktifkan kembali Dini Pitria merupakan langkah tepat dan proporsional. Syam juga mengapresiasi sikap kedua pihak, guru dan sisw, yang telah saling memaafkan dan memilih menyudahi polemik dengan damai.
Baca juga: Kasus Penamparan Siswa Merokok Berakhir Damai, Dini Fitria Jadi Kepala Sekolah Lagi
“Ini menunjukkan bahwa proses pendidikan sejati berjalan bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam cara menyelesaikan konflik dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” kata Syam.
LBH Gema Keadilan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di SMAN 1 Cimarga agar seluruh pihak merasa terlindungi secara hukum dan sosial. “Kami berharap peristiwa ini menjadi momentum memperkuat peran guru sebagai pembentuk karakter bangsa, bukan sebaliknya,” ucapnya.
Syam menegaskan, lembaganya siap memberikan pendampingan penuh terhadap Dini Pitria dalam menghadapi segala konsekuensi hukum maupun sosial akibat peristiwa yang sempat mengundang perhatian publik itu. “Kami siap mendukung dan membela hak-hak hukum Ibu Dini Pitria sebagai pendidik yang menjalankan tugas sesuai amanah profesinya,” ujar Syam di Serang, Kamis (16/10/2025).
Menurut Syam, tindakan Dini Pitria dalam menegur siswa yang melanggar tata tertib sekolah tidak dapat serta-merta dipandang sebagai pelanggaran hukum. Ia menilai bahwa kejadian tersebut perlu dilihat dalam konteks pembinaan dan upaya menanamkan kedisiplinan di lingkungan sekolah.
Baca juga: Kepala SMAN 1 Cimarga Lebak Dicopot Akibat Tampar Siswa Merokok
“Guru memiliki peran strategis dalam menegakkan nilai-nilai kedisiplinan. Apabila terdapat kekeliruan dalam cara menyampaikan, hal itu perlu diselesaikan secara edukatif, bukan dengan hukuman administratif berlebihan,” tambahnya.
LBH Gema Keadilan menilai, keputusan Gubernur Banten Andra Soni untuk mengaktifkan kembali Dini Pitria merupakan langkah tepat dan proporsional. Syam juga mengapresiasi sikap kedua pihak, guru dan sisw, yang telah saling memaafkan dan memilih menyudahi polemik dengan damai.
Baca juga: Kasus Penamparan Siswa Merokok Berakhir Damai, Dini Fitria Jadi Kepala Sekolah Lagi
“Ini menunjukkan bahwa proses pendidikan sejati berjalan bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam cara menyelesaikan konflik dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” kata Syam.
LBH Gema Keadilan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di SMAN 1 Cimarga agar seluruh pihak merasa terlindungi secara hukum dan sosial. “Kami berharap peristiwa ini menjadi momentum memperkuat peran guru sebagai pembentuk karakter bangsa, bukan sebaliknya,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :