Wisata Malam Ragunan Diserbu Pengunjung, Pramono: Kantong Parkir Bakal Ditata
Selasa, 14 Oktober 2025 - 06:58 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (UP TMR) mengungkap animo masyarakat yang tinggi dalam ujicoba program "Night at the Ragunan Zoo" berhasil menyedot 3.713 pengunjung. Namun, mayoritas pengunjung saat ujicoba malam hari merupakan aktivitas piknik.
"Pengunjung perdana 'Night at the Ragunan Zoo' tadi malam mencapai 3.713 orang. Kalau di persentase 60% pengunjung piknik, 25% berolahraga dan melihat satwa nokturnal 15%," kata Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang saat dikonfirmasi, Minggu (12/10).
Baca juga: Uji Coba Wisata Malam Ragunan Tarik 3.713 Pengunjung, Pengelola Bakal Tambah E-Car
Wahyudi pun akan melakukan evaluasi perihal penerangan dengan tetap mengedepankan kesejahteraan satwa. Selain itu, Wahyudui juga menyebut perihal penambahan fasilitas E-Car atau buggy car karena banyaknya peminat. Pasalnya baru enam unit yang disiapkan saat ujicoba.
"Iya itu (penerangan) akan kami evaluasi. Kendaraan buggy car perlu di tambahkan karena peminatnya sangat banyak. Salah satunya itu, satwa yang berada di situ sebagian terganggu dengan intensitas cahaya yang berlebihan. Karena sebagian satwa bersifat diurnal (aktif di siang hari)," jelasnya.
"Pengunjung perdana 'Night at the Ragunan Zoo' tadi malam mencapai 3.713 orang. Kalau di persentase 60% pengunjung piknik, 25% berolahraga dan melihat satwa nokturnal 15%," kata Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang saat dikonfirmasi, Minggu (12/10).
Baca juga: Uji Coba Wisata Malam Ragunan Tarik 3.713 Pengunjung, Pengelola Bakal Tambah E-Car
Wahyudi pun akan melakukan evaluasi perihal penerangan dengan tetap mengedepankan kesejahteraan satwa. Selain itu, Wahyudui juga menyebut perihal penambahan fasilitas E-Car atau buggy car karena banyaknya peminat. Pasalnya baru enam unit yang disiapkan saat ujicoba.
"Iya itu (penerangan) akan kami evaluasi. Kendaraan buggy car perlu di tambahkan karena peminatnya sangat banyak. Salah satunya itu, satwa yang berada di situ sebagian terganggu dengan intensitas cahaya yang berlebihan. Karena sebagian satwa bersifat diurnal (aktif di siang hari)," jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :