Infrastuktur Hidrogen Hijau Kunci Wujudkan Dekarbonisasi Transportasi
Minggu, 12 Oktober 2025 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Perjanjian kerja sama baru ini berfokus pada pengembangan rantai nilai infrastruktur hidrogen yang saling melengkapi, mencakup produksi, penyimpanan, transportasi, dan pengisian bahan bakar. Kerja sama ini juga akan menilai infrastruktur dapat diintegrasikan dengan jaringan listrik kepulauan dan sistem energi pelabuhan, yang dibutuhkan untuk menyediakan pasokan energi bagi kapal feri, seperti rute Kupang - Rote di wilayah Indonesia Timur yang dioperasikan oleh ASDP.
Baca juga: Gas dan Energi Terbarukan: Duet Strategis Menuju Net Zero dan Kemandirian Energi
Fokus kerja sama dibagi sebagai berikut, pertama kerja sama IMO-HDF-Kemenhub- ASDP berfokus pada retrofit dan konversi kapal, serta aspek keselamatan dan kesiapan operasional. Kedua, kerja sama GIZ-HDF-NEA SEA menitikberatkan pada infrastruktur hidrogen dan studi kelayakan teknis-ekonomi, dengan memanfaatkan keahlian Jerman melalui NEA SEA.
Kedua program tersebut secara bersama-sama mendukung satu tujuan yang sama, yaitu mendemonstrasikan kelayakan teknis kapal feri bertenaga hidrogen, serta membangun model yang dapat direplikasi untuk konteks pulau-pulau kecil di seluruh kepulauan Indonesia.
HDF Energy saat ini tengah mengembangkan 23 pembangkit listrik hidrogen Renewstable di wilayah Indonesia Timur dengan potensi investasi sebesar USD2,3 miliar. Fasilitas-fasilitas ini menggabungkan pembangkit listrik tenaga surya dengan penyimpanan energi di lokasi dalam bentuk hidrogen hijau, untuk menyediakan listrik bersih 100% yang stabil, dan tidak terputus ke jaringan listrik, baik siang maupun malam hari.
Baca juga: Gas dan Energi Terbarukan: Duet Strategis Menuju Net Zero dan Kemandirian Energi
Fokus kerja sama dibagi sebagai berikut, pertama kerja sama IMO-HDF-Kemenhub- ASDP berfokus pada retrofit dan konversi kapal, serta aspek keselamatan dan kesiapan operasional. Kedua, kerja sama GIZ-HDF-NEA SEA menitikberatkan pada infrastruktur hidrogen dan studi kelayakan teknis-ekonomi, dengan memanfaatkan keahlian Jerman melalui NEA SEA.
Kedua program tersebut secara bersama-sama mendukung satu tujuan yang sama, yaitu mendemonstrasikan kelayakan teknis kapal feri bertenaga hidrogen, serta membangun model yang dapat direplikasi untuk konteks pulau-pulau kecil di seluruh kepulauan Indonesia.
HDF Energy saat ini tengah mengembangkan 23 pembangkit listrik hidrogen Renewstable di wilayah Indonesia Timur dengan potensi investasi sebesar USD2,3 miliar. Fasilitas-fasilitas ini menggabungkan pembangkit listrik tenaga surya dengan penyimpanan energi di lokasi dalam bentuk hidrogen hijau, untuk menyediakan listrik bersih 100% yang stabil, dan tidak terputus ke jaringan listrik, baik siang maupun malam hari.
Lihat Juga :