Calon Praja IPDN Asal Maluku Utara Meninggal saat Ikuti Diksar di Jatinangor
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 16:23 WIB
loading...
Calon praja IPDN asal Maluku Utara Maulana Izzat Nurhadi (20) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Diksarmendispra di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (8/10/2025). Foto: Ist
A
A
A
SUMEDANG - Calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Maluku Utara Maulana Izzat Nurhadi (20) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Apel Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Calon Praja Pratama (Diksarmendispra) di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (8/10/2025).
Wakil Rektor Bidang Administrasi IPDN Jatinangor Arief M Edie menuturkan almarhum meninggal dunia pukul 23.00 WIB saat mengikuti apel malam yang merupakan bagian dari kegiatan rutin pendidikan dasar.
Baca juga: Pelantikan Praja Muda IPDN, Wapres: Tinggalkan Birokrasi Lambat dan Berbelit
“Apel malam ini kegiatan rutin untuk pengecekan sebelum tidur bagi para calon praja,” ujar Arief di Kampus IPDN Jatinangor, Jumat (10/10/2025).
Setelah apel malam, Maulana mengeluh lemas. Petugas medis yang berada di lokasi segera melakukan pemeriksaan dan membawanya ke klinik kampus untuk penanganan awal.
“Setelah malam itu dicek kenapa, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Unpad. Lalu diperiksa dan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk pemulasaran. Kemudian berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, penyebab meninggalnya Maulana adalah henti detak jantung," katanya.
Arief mengatakan, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit jantung dan tidak dalam kondisi kelelahan saat kejadian. “Karena waktu itu saturasinya masih 70, detak jantung juga masih 70, tapi kemudian dinyatakan meninggal dunia karena henti jantung,” ucapnya.
Kegiatan pendidikan dasar yang diikuti almarhum telah berlangsung sejak 30 September hingga 14 Oktober 2025. Selama kegiatan, para calon praja menjalani berbagai pelatihan fisik, mental, wawasan kebangsaan, serta bela negara sebagai bagian dari pembentukan karakter awal sebelum menempuh pendidikan di IPDN.
“Materi kegiatan saat itu adalah pelatihan baris berbaris (PBB) yang sudah berlangsung sekitar sepekan,” katanya. Jenazah Maulana dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya Maluku Utara.
Wakil Rektor Bidang Administrasi IPDN Jatinangor Arief M Edie menuturkan almarhum meninggal dunia pukul 23.00 WIB saat mengikuti apel malam yang merupakan bagian dari kegiatan rutin pendidikan dasar.
Baca juga: Pelantikan Praja Muda IPDN, Wapres: Tinggalkan Birokrasi Lambat dan Berbelit
“Apel malam ini kegiatan rutin untuk pengecekan sebelum tidur bagi para calon praja,” ujar Arief di Kampus IPDN Jatinangor, Jumat (10/10/2025).
Setelah apel malam, Maulana mengeluh lemas. Petugas medis yang berada di lokasi segera melakukan pemeriksaan dan membawanya ke klinik kampus untuk penanganan awal.
“Setelah malam itu dicek kenapa, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Unpad. Lalu diperiksa dan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk pemulasaran. Kemudian berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, penyebab meninggalnya Maulana adalah henti detak jantung," katanya.
Arief mengatakan, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit jantung dan tidak dalam kondisi kelelahan saat kejadian. “Karena waktu itu saturasinya masih 70, detak jantung juga masih 70, tapi kemudian dinyatakan meninggal dunia karena henti jantung,” ucapnya.
Kegiatan pendidikan dasar yang diikuti almarhum telah berlangsung sejak 30 September hingga 14 Oktober 2025. Selama kegiatan, para calon praja menjalani berbagai pelatihan fisik, mental, wawasan kebangsaan, serta bela negara sebagai bagian dari pembentukan karakter awal sebelum menempuh pendidikan di IPDN.
“Materi kegiatan saat itu adalah pelatihan baris berbaris (PBB) yang sudah berlangsung sekitar sepekan,” katanya. Jenazah Maulana dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya Maluku Utara.
(jon)
Lihat Juga :