Buru Pelaku Teror Bom Sekolah Internasional NJIS, Polisi Selidiki Rekening Kripto
Rabu, 08 Oktober 2025 - 17:52 WIB
loading...
Polisi menelisik wallet address atau rekening kripto milik pelaku teror bom sekolah internasional North Jakarta Intercultural School (NJIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Foto/SIndoNews
A
A
A
JAKARTA - Polisi menelisik wallet address atau rekening kripto milik pelaku teror bom sekolah internasional North Jakarta Intercultural School (NJIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hasilnya, ditemukan tidak valid alias palsu.
“Sudah dicek ke 30 crypto exchange resmi di Indonesia, tidak ditemukan. Wallet address-nya tidak valid,” kata Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko, Rabu (8/10/2025).
Menurut Seto, penyelidikan dilakukan bersama Asosiasi Kripto Indonesia. Koordinasi langsung dilakukan dengan Vice Chairman of Crypto Asset Mohammad Naufal Alvira. Polisi menduga, pelaku berusaha mengaburkan jejak dengan membuat wallet address crypto fiktif agar tidak bisa dilacak sistem.
“Hasil koordinasi menunjukkan, alamat kripto itu tidak ada di bursa lokal. Artinya bisa jadi palsu, atau menggunakan exchange luar negeri,” ucapnya.
Baca juga: Pelaku Teror Bom Sekolah Internasional di Jakut Minta Tebusan USD30.000 Via Kripto
Sebelumnya, terror ancaman bom kembali bikin geger. Setelah insiden di Tangerang Selatan (Tangsel) kini giliran sekolah internasional di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menjadi sasaran.
Tak tanggung-tanggung, pelaku meminta tebusan sebesar USD30.000 atau sekitar Rp480 juta yang harus dibayar lewat mata uang kripto. Pesan bernada ancaman itu diterima pihak sekolah pada dini hari, Rabu, 8 Oktober 2025.
Baca juga: Kronologi Sekolah Internasional di Kelapa Gading Dapat Teror Bom
Ancaman serupa juga terjadi di dua sekolah internasional wilayah Tangsel pada Selasa, 7 Oktober 2025. Dua lokasi yang menerima ancaman adalah Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan Mentari Intercultural School di kawasan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren.
“Sudah dicek ke 30 crypto exchange resmi di Indonesia, tidak ditemukan. Wallet address-nya tidak valid,” kata Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko, Rabu (8/10/2025).
Menurut Seto, penyelidikan dilakukan bersama Asosiasi Kripto Indonesia. Koordinasi langsung dilakukan dengan Vice Chairman of Crypto Asset Mohammad Naufal Alvira. Polisi menduga, pelaku berusaha mengaburkan jejak dengan membuat wallet address crypto fiktif agar tidak bisa dilacak sistem.
“Hasil koordinasi menunjukkan, alamat kripto itu tidak ada di bursa lokal. Artinya bisa jadi palsu, atau menggunakan exchange luar negeri,” ucapnya.
Baca juga: Pelaku Teror Bom Sekolah Internasional di Jakut Minta Tebusan USD30.000 Via Kripto
Sebelumnya, terror ancaman bom kembali bikin geger. Setelah insiden di Tangerang Selatan (Tangsel) kini giliran sekolah internasional di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menjadi sasaran.
Tak tanggung-tanggung, pelaku meminta tebusan sebesar USD30.000 atau sekitar Rp480 juta yang harus dibayar lewat mata uang kripto. Pesan bernada ancaman itu diterima pihak sekolah pada dini hari, Rabu, 8 Oktober 2025.
Baca juga: Kronologi Sekolah Internasional di Kelapa Gading Dapat Teror Bom
Ancaman serupa juga terjadi di dua sekolah internasional wilayah Tangsel pada Selasa, 7 Oktober 2025. Dua lokasi yang menerima ancaman adalah Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan Mentari Intercultural School di kawasan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren.
(cip)
Lihat Juga :