Operasi SAR Musibah Ponpes Al-Khoziny Masuk Tahap Pencarian Korban Meninggal
Kamis, 02 Oktober 2025 - 22:54 WIB
loading...
Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban insiden ambruknya salah satu gedung Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo kini memasuki tahap evakuasi korban meninggal dunia. Foto/BNPB
A
A
A
SIDOARJO - Operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) terhadap korban insiden ambruknya salah satu gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny , Buduran, Sidoarjo kini memasuki tahap evakuasi korban meninggal dunia. Proses pencarian dilakukan dengan bantuan alat berat mulai hari ini.
"Mulai Kamis (2/10) pagi, proses dilakukan dengan bantuan alat berat setelah hingga saat itu tidak lagi ditemukan tanda-tanda adanya korban selamat di bawah reruntuhan bangunan empat lantai tersebut,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melalui keterangannya, Kamis (2/10/2025).
Dia bersama Menko PMK Pratikno telah menemui keluarga korban untuk memberikan penjelasan sekaligus dukungan. Pertemuan berlangsung di posko darurat BNPB yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian pada Kamis (2/10/2025) pagi.
Baca juga: Santri Korban Selamat Musibah Ponpes Al-Khoziny Jadi Anak Asuh Cak Imin
Dia menerangkan, hasil asesmen mendalam yang dilakukan hingga Rabu (1/10/2025) malam. Tim SAR gabungan memastikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di lokasi kejadian.
"Sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tim SAR gabungan memutuskan untuk masuk ke tahap selanjutnya, yaitu mengevakuasi korban yang sudah meninggal menggunakan alat-alat berat," tuturnya.
Dia mengungkapkan, penjelasan itu kemudian menjadi dasar bagi keluarga korban untuk menyepakati kelanjutan operasi SAR sesuai dengan protokol yang berlaku. Pihak keluarga pun menyatakan siap menerima apapun hasil evakuasi dengan lapang dada.
"Keluarga korban sudah sepakat dan meminta kami melanjutkan operasi SAR menggunakan alat berat. Mereka sudah menandatangani berita acara," katanya.
Berdasarkan data yang dimutakhirkan hingga Kamis (2/10) pukul 16.30 WIB, jumlah korban yang berhasil dievakuasi ada sebanyak 108 orang dengan rincian 30 orang masih dirawat di rumah sakit, 73 orang sudah diperbolehkan pulang dan 5 orang meninggal dunia serta sebanyak 58 masih dalam pencarian.
"Mulai Kamis (2/10) pagi, proses dilakukan dengan bantuan alat berat setelah hingga saat itu tidak lagi ditemukan tanda-tanda adanya korban selamat di bawah reruntuhan bangunan empat lantai tersebut,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melalui keterangannya, Kamis (2/10/2025).
Dia bersama Menko PMK Pratikno telah menemui keluarga korban untuk memberikan penjelasan sekaligus dukungan. Pertemuan berlangsung di posko darurat BNPB yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian pada Kamis (2/10/2025) pagi.
Baca juga: Santri Korban Selamat Musibah Ponpes Al-Khoziny Jadi Anak Asuh Cak Imin
Dia menerangkan, hasil asesmen mendalam yang dilakukan hingga Rabu (1/10/2025) malam. Tim SAR gabungan memastikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di lokasi kejadian.
"Sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tim SAR gabungan memutuskan untuk masuk ke tahap selanjutnya, yaitu mengevakuasi korban yang sudah meninggal menggunakan alat-alat berat," tuturnya.
Dia mengungkapkan, penjelasan itu kemudian menjadi dasar bagi keluarga korban untuk menyepakati kelanjutan operasi SAR sesuai dengan protokol yang berlaku. Pihak keluarga pun menyatakan siap menerima apapun hasil evakuasi dengan lapang dada.
"Keluarga korban sudah sepakat dan meminta kami melanjutkan operasi SAR menggunakan alat berat. Mereka sudah menandatangani berita acara," katanya.
Berdasarkan data yang dimutakhirkan hingga Kamis (2/10) pukul 16.30 WIB, jumlah korban yang berhasil dievakuasi ada sebanyak 108 orang dengan rincian 30 orang masih dirawat di rumah sakit, 73 orang sudah diperbolehkan pulang dan 5 orang meninggal dunia serta sebanyak 58 masih dalam pencarian.
(rca)
Lihat Juga :