Wamendagri Tekankan Pentingnya Penguatan Strategi Pengendalian Polusi Udara
Selasa, 30 September 2025 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
“Bila terdapat gerakan masif masyarakat beralih ke transportasi publik, pemerintah akan semakin terdorong untuk terus memperbaiki layanan dan infrastrukturnya. Strategi pengendalian pencemaran udara pun dapat diterapkan dengan lebih presisi, sekaligus menginspirasi semakin banyak individu untuk menjadi advokat udara bersih,” ucap Bima.
Diketahui, Bicara Udara (Yayasan Udara Anak Bangsa), organisasi non-profit yang aktif mengadvokasi kebijakan publik terkait strategi pengendalian pencemaran udara di Jabodetabek, melakukan edukasi publik & proyek berdampak bersama para Duta Udara Bersih (Biru Voices Ambassadors) 2025, dengan tajuk “Jejak Langkah untuk Udara Bersih,” di Jakarta, Minggu (28/9/2025).
Selain Bima Arya, hadir juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino serta kreator konten Ajeng Kamaratih. Dalam rangkaian kegiatan edukasi publik dan proyek berdampak bersama para Duta Udara Bersih (Biru Voices Ambassadors) 2025, Co-Founder Bicara Udara Novita Natalia menyerukan komitmen “Jejak Langkah untuk Udara Bersih”, sebuah ajakan untuk bersama-sama mengambil langkah yang bertanggung jawab dan sadar lingkungan demi keberlanjutan bumi, satu-satunya rumah kita.
Menurut Novita, masalah dasar yang terjadi adalah setiap daerah memiliki kepentingan politik yang berbeda sehingga menghambat koordinasi antar wilayah. Kerja sama kawasan aglomerasi menjadi solusi atau jalan tengah dalam mengatasi polusi udara lintas batas, khususnya di Jabodetabekpunjur.
“Penanganan polusi udara lintas daerah perlu dijadikan prioritas pemerintah. Selain itu transportasi lintas wilayah juga perlu dibuat memadai, aman dan nyaman. Tapi lebih dari itu, para pemimpin perlu mencontohkan dengan ikut menggunakan transportasi publik agar dapat merasakan kualitasnya secara langsung dan mendorong perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.
Diketahui, Bicara Udara (Yayasan Udara Anak Bangsa), organisasi non-profit yang aktif mengadvokasi kebijakan publik terkait strategi pengendalian pencemaran udara di Jabodetabek, melakukan edukasi publik & proyek berdampak bersama para Duta Udara Bersih (Biru Voices Ambassadors) 2025, dengan tajuk “Jejak Langkah untuk Udara Bersih,” di Jakarta, Minggu (28/9/2025).
Selain Bima Arya, hadir juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino serta kreator konten Ajeng Kamaratih. Dalam rangkaian kegiatan edukasi publik dan proyek berdampak bersama para Duta Udara Bersih (Biru Voices Ambassadors) 2025, Co-Founder Bicara Udara Novita Natalia menyerukan komitmen “Jejak Langkah untuk Udara Bersih”, sebuah ajakan untuk bersama-sama mengambil langkah yang bertanggung jawab dan sadar lingkungan demi keberlanjutan bumi, satu-satunya rumah kita.
Menurut Novita, masalah dasar yang terjadi adalah setiap daerah memiliki kepentingan politik yang berbeda sehingga menghambat koordinasi antar wilayah. Kerja sama kawasan aglomerasi menjadi solusi atau jalan tengah dalam mengatasi polusi udara lintas batas, khususnya di Jabodetabekpunjur.
“Penanganan polusi udara lintas daerah perlu dijadikan prioritas pemerintah. Selain itu transportasi lintas wilayah juga perlu dibuat memadai, aman dan nyaman. Tapi lebih dari itu, para pemimpin perlu mencontohkan dengan ikut menggunakan transportasi publik agar dapat merasakan kualitasnya secara langsung dan mendorong perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.
(rca)
Lihat Juga :