Puspadaya Perindo Dampingi Perempuan di Jaktim Korban Pelecehan Ayah Tiri
Selasa, 30 September 2025 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
Sayangnya, korban tidak mendapatkan lingkungan yang suportif. Beberapa kali ia mencoba melaporkan kejadian itu namun lingkungannya justru menampik kejadian yang dialaminya.
"Yang direspons itu malah cuman dibilang mungkin hanya mimpi. Saya juga malah mendapatkan ancaman dari ayah tiri saya (pelaku), saya langsung ditunjuk-tunjuk, dia (pelaku) masang muka marah," jelas korban.
Hal traumatis ini memuncak pada Januari 2025. Dia mendesak ibunya untuk membantu membuat aduan dan membantu dirinya. Masih juga merasa tidak mendapatkan dukungan, korban akhirnya memilih untuk melarikan diri.
"Karena saya sudah muak akhirnya saya memilih melarikan diri dari unit (rusun) saya, saya berteriak-teriak, banyak yang menyaksikan," ujar SR.
SR akhirnya lebih memilih tinggal bersama lingkungan yang mendukungnya, termasuk seorang pendamping. Ia mendapatkan pemulihan psikologis hingga akhirnya resmi melakukan pelaporan pada Maret 2025 ke Polres Metro Jakarta Timur.
Sayangnya, enam bulan setelah laporan ini dibuat, belum ada perkembangan lebih lanjut terkait perkara ini. Padahal, kata dia, pelaku EDS masih berkeliaran di kawasan Jakarta Timur.
"Ada beberapa saksi yang mengenal saya, ada yang mengatakan mereka (pelaku) masih berkeliaran di sekitar Jakarta Timur," ujar SR.
"Yang direspons itu malah cuman dibilang mungkin hanya mimpi. Saya juga malah mendapatkan ancaman dari ayah tiri saya (pelaku), saya langsung ditunjuk-tunjuk, dia (pelaku) masang muka marah," jelas korban.
Hal traumatis ini memuncak pada Januari 2025. Dia mendesak ibunya untuk membantu membuat aduan dan membantu dirinya. Masih juga merasa tidak mendapatkan dukungan, korban akhirnya memilih untuk melarikan diri.
"Karena saya sudah muak akhirnya saya memilih melarikan diri dari unit (rusun) saya, saya berteriak-teriak, banyak yang menyaksikan," ujar SR.
SR akhirnya lebih memilih tinggal bersama lingkungan yang mendukungnya, termasuk seorang pendamping. Ia mendapatkan pemulihan psikologis hingga akhirnya resmi melakukan pelaporan pada Maret 2025 ke Polres Metro Jakarta Timur.
Sayangnya, enam bulan setelah laporan ini dibuat, belum ada perkembangan lebih lanjut terkait perkara ini. Padahal, kata dia, pelaku EDS masih berkeliaran di kawasan Jakarta Timur.
"Ada beberapa saksi yang mengenal saya, ada yang mengatakan mereka (pelaku) masih berkeliaran di sekitar Jakarta Timur," ujar SR.
Lihat Juga :