Panen Jagung di Sumsel, Badan Pangan Nasional Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan
Senin, 29 September 2025 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
"Tentunya harapan kita ini membuat masyarakat menjadi bergairah dan terus memiliki motivasi untuk terus menanam jagung sampai dengan kita semua bisa mewujudkan apa yang menjadi target dari Bapak Presiden, yaitu mewujudkan swasembada pangan nasional," tutur Kapolri.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi menghaturkan terima kasih atas inisiatif Polri yang berlomba-lomba dalam menanam jagung. "Terima kasih kepada Bapak-Bapak Polri dan jajarannya yang sudah melampaui tugasnya untuk menjaga keamanan ketertiban, tapi ini ikut mensukseskan ketahanan pangan, supaya kita bisa cepat swasembada," ungkap Titiek Soeharto, panggilan akrabnya.
"Jadi dari total 11 juta ton produksi jagung, 2,7 juta tonnya itu adalah hasil dari kerjanya Bapak-Bapak Polri dan jajarannya. Sekali lagi saya mengapresiasi, terima kasih Pak Kapolri dan seluruh Kapolda dan jajarannya di seluruh Indonesia yang telah berlomba-lomba untuk menanam jagung dan menghasilkan jagung sebanyak-banyaknya untuk masyarakat Indonesia," kata Titiek.
Terakhir, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan visi Presiden Prabowo terkait Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. "Saudara-saudara, ini kerja tim. Kalau semua kerja tim seperti ini, maka pidato Bapak Presiden di PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa), kita akan menjadi lumbung pangan, dalam waktu dekat bisa kita capai (menjadi) lumbung pangan dunia," beber Zulhas.
"Kita sekarang mulai mengembangkan agar menjadi lumbung pangan dunia, (dengan) membuka lahan baru ada di Wanam, ada di Sumatera Selatan, ada di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan seterusnya. TNI kita juga, terima kasih banyak. (Kalau) yang sawah-sawah yang baru, (itu) TNI yang bantu. (Kalau) jagung, Polri yang bantu. Semua pihak luar biasa, itulah Indonesia," tutup Menko Zulhas.
Berkaitan dengan produksi jagung nasional, mengacu pada Proyeksi Neraca Jagung Tahun 2025 yang diolah NFA dengan referensi data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian, panen raya jagung pipilan kering kadar air 14% (JPK 14%) sudah terjadi di Februari dengan raihan 1,86 juta ton. Sementara, target produksi JPK 14% untuk 2025 ini diestimasikan 16,68 juta ton.
Apabila tercapai, maka raihan produksi JPK 14 persen sepanjang 2025 akan melampaui tahun sebelumnya. Adapun total produksi JPK 14 persen di 2024 mencapai 15,14 juta ton dengan rata-rata sebanyak 1,26 juta ton per bulan. Produksi 2024 itu pun lebih tinggi dibandingkan pada 2023 di mana produksi mencapai 14,77 juta ton dan rata-rata sebanyak 1,23 juta ton per bulan.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi menghaturkan terima kasih atas inisiatif Polri yang berlomba-lomba dalam menanam jagung. "Terima kasih kepada Bapak-Bapak Polri dan jajarannya yang sudah melampaui tugasnya untuk menjaga keamanan ketertiban, tapi ini ikut mensukseskan ketahanan pangan, supaya kita bisa cepat swasembada," ungkap Titiek Soeharto, panggilan akrabnya.
"Jadi dari total 11 juta ton produksi jagung, 2,7 juta tonnya itu adalah hasil dari kerjanya Bapak-Bapak Polri dan jajarannya. Sekali lagi saya mengapresiasi, terima kasih Pak Kapolri dan seluruh Kapolda dan jajarannya di seluruh Indonesia yang telah berlomba-lomba untuk menanam jagung dan menghasilkan jagung sebanyak-banyaknya untuk masyarakat Indonesia," kata Titiek.
Terakhir, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan visi Presiden Prabowo terkait Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. "Saudara-saudara, ini kerja tim. Kalau semua kerja tim seperti ini, maka pidato Bapak Presiden di PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa), kita akan menjadi lumbung pangan, dalam waktu dekat bisa kita capai (menjadi) lumbung pangan dunia," beber Zulhas.
"Kita sekarang mulai mengembangkan agar menjadi lumbung pangan dunia, (dengan) membuka lahan baru ada di Wanam, ada di Sumatera Selatan, ada di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan seterusnya. TNI kita juga, terima kasih banyak. (Kalau) yang sawah-sawah yang baru, (itu) TNI yang bantu. (Kalau) jagung, Polri yang bantu. Semua pihak luar biasa, itulah Indonesia," tutup Menko Zulhas.
Berkaitan dengan produksi jagung nasional, mengacu pada Proyeksi Neraca Jagung Tahun 2025 yang diolah NFA dengan referensi data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian, panen raya jagung pipilan kering kadar air 14% (JPK 14%) sudah terjadi di Februari dengan raihan 1,86 juta ton. Sementara, target produksi JPK 14% untuk 2025 ini diestimasikan 16,68 juta ton.
Apabila tercapai, maka raihan produksi JPK 14 persen sepanjang 2025 akan melampaui tahun sebelumnya. Adapun total produksi JPK 14 persen di 2024 mencapai 15,14 juta ton dengan rata-rata sebanyak 1,26 juta ton per bulan. Produksi 2024 itu pun lebih tinggi dibandingkan pada 2023 di mana produksi mencapai 14,77 juta ton dan rata-rata sebanyak 1,23 juta ton per bulan.
(cip)
Lihat Juga :