Muncul ke Publik, Istri Diplomat Arya Daru: Kehilangannya Masih Merasa Mimpi
Sabtu, 27 September 2025 - 17:39 WIB
loading...
Meta Ayu Puspitantri, istri Arya Daru Pangayunan muncul ke publik saat konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025). Foto: Sindonews TV
A
A
A
YOGYAKARTA - Meta Ayu Puspitantri, istri Arya Daru Pangayunan muncul ke publik. Arya Daru, Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) ditemukan meninggal dengan wajah dan kepala terlilit lakban di kamar kosnya kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Meta mengaku kehilangan sang suami masih berasa mimpi. “Sebenarnya sekarang ini saya pribadi masih merasa ini seperti mimpi, saya tahu ini memang kenyataan,” ujar Meta Ayu saat konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025).
Baca juga: Tim Hukum Keluarga: Menlu Kaget Dengar Laporan Makam Arya Daru Sempat Dirusak
Peristiwa ini masih seperti mimpi. Sebab, kehilangan seorang pria yang telah dikenalnya sejak umur 10 tahun tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
“Ada bagian dari diri saya ini seperti mimpi, kehilangan Mas Arya Daru Pangayunan yang sudah menjadi bagian dari diri saya sejak kami umur 10 tahun itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata rasanya,” katanya.
Sekadar mengingatkan, polisi menyimpulkan tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematian Arya. Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra mengungkapkan Arya ternyata telah memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya sejak lama tepatnya sejak tahun 2013.
Fakta tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik milik Arya. “Ditemukan riwayat komunikasi antara pemilik akun email [email protected](milik ADP) dengan akun [email protected]. Dari hasil tersebut diketahui bahwa sejak 2013 ADP sudah memiliki keinginan bunuh diri, dan pada tahun 2021 keinginannya semakin kuat,” ujar Wira dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).
Wira menjelaskan akun yang dihubungi Arya merupakan milik Samaritans, lembaga amal di Inggris dan Irlandia yang menyediakan layanan dukungan emosional secara rahasia kepada orang-orang yang mengalami tekanan psikologis, keputusasaan, dan pemikiran untuk bunuh diri.
“Dari keseluruhan data digital yang diperoleh dan barang bukti elektronik, tidak ditemukan informasi maupun dokumen yang mengandung muatan ancaman fisik, psikis, atau kekerasan dari pihak lain,” ucapnya.
Meta mengaku kehilangan sang suami masih berasa mimpi. “Sebenarnya sekarang ini saya pribadi masih merasa ini seperti mimpi, saya tahu ini memang kenyataan,” ujar Meta Ayu saat konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025).
Baca juga: Tim Hukum Keluarga: Menlu Kaget Dengar Laporan Makam Arya Daru Sempat Dirusak
Peristiwa ini masih seperti mimpi. Sebab, kehilangan seorang pria yang telah dikenalnya sejak umur 10 tahun tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
“Ada bagian dari diri saya ini seperti mimpi, kehilangan Mas Arya Daru Pangayunan yang sudah menjadi bagian dari diri saya sejak kami umur 10 tahun itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata rasanya,” katanya.
Sekadar mengingatkan, polisi menyimpulkan tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematian Arya. Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra mengungkapkan Arya ternyata telah memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya sejak lama tepatnya sejak tahun 2013.
Fakta tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik milik Arya. “Ditemukan riwayat komunikasi antara pemilik akun email [email protected](milik ADP) dengan akun [email protected]. Dari hasil tersebut diketahui bahwa sejak 2013 ADP sudah memiliki keinginan bunuh diri, dan pada tahun 2021 keinginannya semakin kuat,” ujar Wira dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).
Wira menjelaskan akun yang dihubungi Arya merupakan milik Samaritans, lembaga amal di Inggris dan Irlandia yang menyediakan layanan dukungan emosional secara rahasia kepada orang-orang yang mengalami tekanan psikologis, keputusasaan, dan pemikiran untuk bunuh diri.
“Dari keseluruhan data digital yang diperoleh dan barang bukti elektronik, tidak ditemukan informasi maupun dokumen yang mengandung muatan ancaman fisik, psikis, atau kekerasan dari pihak lain,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :