Candi Jago Malang, Bangunan Era Singasari Jadi Saksi Raja Majapahit Satukan Dua Agama

Sabtu, 27 September 2025 - 07:56 WIB
loading...
A A A
"Ini keunikan era Tumapel, candi untuk pendarmaaan, kedua tempat ibadah, umumnya candi-candi jadi tempat ibadah tempat graha, candi bentar, tugu peringatan, tapi candi Kidal, Candi Saptorenggo (Singosari), dan Jago digunakan pendarmaaan seorang raja," kata dia.

Baca juga: 7 Perwira Tinggi Bareskrim Dimutasi Kapolri pada September 2025, Ini Daftar Namanya

Meski dibangun sejak era Wisnuwardhana, ternyata candi ini tidaklah selesai sepenuhnya. Proses pembangunan dilanjutkan di masa Kertanagara. Tapi semasa Kertanagara sendiri banyaknya peperangan yang terjadi membuat candi ini akhirnya sempat terlupakan. Maka ketika masa Kerajaan Majapahit muncul, di bawah pemerintahan Hayam Wuruk sebagai raja dan Gajah Mada sebagai mahapatihnya, diputuskan diteruskan pembangunannya.

"Era Majapahit Hayam Wuruk dan Gajah Mada senang keliling wilayah leluhur, jadi setiap candi-candi yang belum selesai diselesaikan, di sini diutus sama Hayam Wuruk untuk menyelesaikan candi itu. Yang paling tercatatkan ya Candi Jajago ini, diteruskan pembangunannya tahun 1343, arsiteknya Adityawarman," jelasnya.

Menariknya karena candi ini adalah candi yang diagungkan, dan memang besar. Struktur bangunan asli candi lebih besar dari bangunan saat ini. Sebab dari catatan - catatan sejarah memang candi ini ada tubuh dan atas candi, sementara yang ditemukan saat ini hanyalah bagian kaki candi. Bangunan aslinya diduga runtuh atau bisa terkubur di bawah tanah dan permukiman padat penduduk di sekelilingnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Raja Singasari Kertanagara...
Raja Singasari Kertanagara Pencetus Penyatuan Nusantara yang Gemar Jalankan Ritual Tantrayana
Kisah Raja Tribhuwana...
Kisah Raja Tribhuwana Tunggadewi Mempercayakan Perempuan Memimpin di Majapahit
Tiga Saran Gayatri Wujudkan...
Tiga Saran Gayatri Wujudkan Sumpah Palapa Gajah Mada
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Hadiri Gema Waisak Pindapata...
Hadiri Gema Waisak Pindapata Nasional, Menag: Kita Belajar Kesederhanaan dan Kebijaksanaan
Rekomendasi
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved