Zakat sebagai Instrumen Keadilan Sosial: MK Teguhkan Peran BAZNAS

Rabu, 24 September 2025 - 13:00 WIB
loading...
A A A
Pada konteks ini, BAZNAS dalam mendorong dan mengimplementasikan zakat sebagai instrumen keadilan social. Pertama, zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen distribusi kekayaan untuk mengurangi kesenjangan. Zakat akan menjadi instrumen untuk mengurangi angka kemiskinan. Walaupun pada Maret 2024, angka penduduk miskin di perkotaan tercatat 7,09 persen, turun dari 7,29 persen pada Maret 2023. Di perdesaan, mencapai 11,79 persen, lebih rendah dibanding 12,22 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. (https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2024/07/01/2370/).

Kemiskinan tetap menjadi problematika perlu ditanggulangi dan diselesaikan. Kemiskinan juga gejala dapat lihat pada tumbuhnya kesenjangan. Kondisi kesenjangan ini ditandai dengan keadaan tersebut mencerminkan ketidakmerataan akses dan peluang dalam masyarakat, sehingga memunculkan perbedaan yang nyata serta memperlebar kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin. Pada konteks ini zakat hadir sekaligus berperan sebagai sarana untuk menekan ketimpangan ekonomi sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Kedua, zakat menjadi redistribusi ekonomi dari kelompok mampu (muzaki) kepada kelompok rentan (mustahik). Konsep zakat menekankan pada penyaluran sebagian harta orang kaya kepada mereka yang membutuhkan. Melalui zakat, kaum fakir miskin tidak hanya terbantu untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga berpeluang meningkatkan kondisi ekonominya.

Selain itu, zakat berfungsi sebagai instrumen ekonomi yang pemanfaatannya tidak sebatas pada program karitatif jangka pendek, seperti pemberian bantuan sembako melainkan dapat diarahkan pada pemberdayaan yang lebih berkelanjutan. Zakat untuk program beasiswa, zakat untuk program Lumbung Pangan dan zakat untuk program kesejahteraan petani dan lainnya. Program-program produktif yang dibiayai BAZNAS dapat menjadi instrumen peningkatan level dari mustahik menjadi muzaki. Misal petani miskin menjadi petani kaya, peternak kurang berdaya dan peternak yang berdaya dan seterusnya.

John Rawls, filsuf asal Amerika, mengemukakan pemikiran penting mengenai konsep keadilan melalui karyanya A Theory of Justice yang terbit pada 1971. Ia menolak pandangan utilitarianisme yang hanya menekankan kebahagiaan terbesar bagi mayoritas tanpa memperhatikan hak-hak kelompok minoritas. Ia menegaskan bahwa keadilan tidak cukup dilihat dari manfaat keseluruhan, tetapi juga dari bagaimana hak dan sumber daya dibagikan secara adil. Keadilan sosial adalah konsep normatif yang menitikberatkan pada aspek etika dan politik terkait dengan cara pembagian hak, kewajiban, serta sumber daya secara adil dalam suatu masyarakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lazisnu-Baznas Siap...
Lazisnu-Baznas Siap Berdayakan 200 UMKM di 4 Daerah Rentan Kemiskinan
Baznas RI Ajak Mahasiswa...
Baznas RI Ajak Mahasiswa UIN Sunan Kudus Jadi Penggerak Zakat
Dharma Jaya Partisipasi...
Dharma Jaya Partisipasi Program Bedah Rumah Baznas Bazis DKI
Gelar Dapur Rakyat Ramadan,...
Gelar Dapur Rakyat Ramadan, Baznas Bazis Jakarta Sajikan 10.000 Porsi Makanan
Ramadan, Baznas Gelar...
Ramadan, Baznas Gelar Pesantren Jalan Cahaya di 11 Provinsi
Baznas RI Salurkan Bantuan...
Baznas RI Salurkan Bantuan bagi 142.079 Korban Banjir Sumatera
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Anggota DPR Cindy Monica:...
Anggota DPR Cindy Monica: Putusan MK Perkuat Hak Politik Perempuan
Perkuat Rantai Ekonomi...
Perkuat Rantai Ekonomi Kerakyatan, Holding BUMN Danareksa Salurkan Kurban untuk 3.800 Keluarga
Rekomendasi
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Berita Terkini
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved