Menteri PKP Pakai Uang Pribadi Bayar DP Rumah Subdisi bagi 100 Karyawan Unpar
Minggu, 21 September 2025 - 20:41 WIB
loading...
Menteri PKP Maruarar Sirait sosialiasi Program Permodalan UMKM di Kampus Unpar Bandung. Foto/istimewa
A
A
A
BANDUNG - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memakai uang pribai untuk membayar uang muka atau Down Payment (DP) rumah subsidi bagi 100 karyawan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, Sabtu. 20 September 2025.
Selain memberikan bantuan DP rumah bersubsidi, Maruarar Sirait juga menjadi pembicara dalam acara Sosialiasi Program Permodalan UMKM di Kampus Unpad Bandung, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung.
"Saya memberikan uang muka uang muka rumah subsidi kepada 100 karyawan, ada satpam dan lainnya karena saya pernah kuliah di sini dan itu (uang muka rumah) pakai uang pribadi saya," kata Menteri PKP.
Baca juga: Presiden Prabowo Tambah Kuota Rumah Subsidi Jadi 350.000 Unit
Maruarar Sirait menyatakan, saat ini pemerintah tengah menggenjot program 350.000 kuota rumah subsidi secara nasional. Langkah ini, merupakan terobosan besar dalam sejarah kebijakan perumahan nasional.
“Ini adalah program luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk perumahan. Bayang saja, kontraktor, developer, hingga toko bangunannya disubsidi,” ujar Ara, sapaan akrab Maruarar.
Menteri PKP menjelaskan, dalam program ini, pemerintah memberikan subsidi bunga sebesar 5 persen dan menetapkan bunga kredit hanya 6% bagi masyarakat yang mengakses fasilitas ini.
Baca juga: Rumah Subsidi 18 Meter Persegi Bikin Heboh, Menteri Ara Akhirnya Buka Suara
Program tersebut, tutur Maruarar, mencakup kebutuhan rumah produktif seperti homestay atau rumah makan dengan plafon hingga Rp500 juta.
"Selain itu, sejumlah biaya perizinan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang biasanya membebani masyarakat, kini digratiskan," tuturnya.
Maruarar mengatakan, membangun ekosistem perumahan yang kuat dari sisi suplai maupun demand sangat penting. Dari sisi suplai, ekosistem mencakup peran developer, kontraktor, dan toko bangunan.
"Sedangkan dari sisi demand, program ini juga mendorong UMKM untuk memanfaatkan rumah subsidi sebagai sarana usaha produktif," ucap Maruarar.
Rektor Unpar Tri Basuki Joewono mengatakan, kegiatan sosialisasi kredit perumahan bagi UMKM berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, tak termasuk Unpar.
"Bagi Unpar, kegiatan ini merupakan bentuk keterlibatan nyata Unpar dan dukungan kepada alumni dan mitra yang berupaya menghadirkan solusi atas persoalan nyata di masyarakat," kata Rektor Unpar.
Tri Basuki mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Menteri PKP kepada pegawai dan para pelaku UMKM binaan Unpar.
"Bantuan yang diberikan bagi kami bukan sekadar dukungan finansial semata, namun bukti nyata komitmen pemerintah melalui Kementerian PKP untuk para pekerja dan pelaku UMKM. Terima kasih atas kolaborasi yang luar biasa antara Unpar, IKA Unpar dan Kementerian PKP," ujar Tri Basuki.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unpar Tracy Tradia menyambut baik program KUR Perumahan. Sebab, banyak alumni Unpar menjadi pengembang (developer) perumahan, pengusaha toko bangunan, dan material.
"Alangkah baiknya kita membantu agar alumni tahu, supaya proses lebih cepat dan mendapatkan subsidi bunga 5 persen lebih rendah dari bunga di pasaran. Ini angat membantu, dari cost juga bisa mengurangi," kataTracy.
Selain memberikan bantuan DP rumah bersubsidi, Maruarar Sirait juga menjadi pembicara dalam acara Sosialiasi Program Permodalan UMKM di Kampus Unpad Bandung, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung.
"Saya memberikan uang muka uang muka rumah subsidi kepada 100 karyawan, ada satpam dan lainnya karena saya pernah kuliah di sini dan itu (uang muka rumah) pakai uang pribadi saya," kata Menteri PKP.
Baca juga: Presiden Prabowo Tambah Kuota Rumah Subsidi Jadi 350.000 Unit
Maruarar Sirait menyatakan, saat ini pemerintah tengah menggenjot program 350.000 kuota rumah subsidi secara nasional. Langkah ini, merupakan terobosan besar dalam sejarah kebijakan perumahan nasional.
“Ini adalah program luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk perumahan. Bayang saja, kontraktor, developer, hingga toko bangunannya disubsidi,” ujar Ara, sapaan akrab Maruarar.
Menteri PKP menjelaskan, dalam program ini, pemerintah memberikan subsidi bunga sebesar 5 persen dan menetapkan bunga kredit hanya 6% bagi masyarakat yang mengakses fasilitas ini.
Baca juga: Rumah Subsidi 18 Meter Persegi Bikin Heboh, Menteri Ara Akhirnya Buka Suara
Program tersebut, tutur Maruarar, mencakup kebutuhan rumah produktif seperti homestay atau rumah makan dengan plafon hingga Rp500 juta.
"Selain itu, sejumlah biaya perizinan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang biasanya membebani masyarakat, kini digratiskan," tuturnya.
Maruarar mengatakan, membangun ekosistem perumahan yang kuat dari sisi suplai maupun demand sangat penting. Dari sisi suplai, ekosistem mencakup peran developer, kontraktor, dan toko bangunan.
"Sedangkan dari sisi demand, program ini juga mendorong UMKM untuk memanfaatkan rumah subsidi sebagai sarana usaha produktif," ucap Maruarar.
Rektor Unpar Tri Basuki Joewono mengatakan, kegiatan sosialisasi kredit perumahan bagi UMKM berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, tak termasuk Unpar.
"Bagi Unpar, kegiatan ini merupakan bentuk keterlibatan nyata Unpar dan dukungan kepada alumni dan mitra yang berupaya menghadirkan solusi atas persoalan nyata di masyarakat," kata Rektor Unpar.
Tri Basuki mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Menteri PKP kepada pegawai dan para pelaku UMKM binaan Unpar.
"Bantuan yang diberikan bagi kami bukan sekadar dukungan finansial semata, namun bukti nyata komitmen pemerintah melalui Kementerian PKP untuk para pekerja dan pelaku UMKM. Terima kasih atas kolaborasi yang luar biasa antara Unpar, IKA Unpar dan Kementerian PKP," ujar Tri Basuki.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unpar Tracy Tradia menyambut baik program KUR Perumahan. Sebab, banyak alumni Unpar menjadi pengembang (developer) perumahan, pengusaha toko bangunan, dan material.
"Alangkah baiknya kita membantu agar alumni tahu, supaya proses lebih cepat dan mendapatkan subsidi bunga 5 persen lebih rendah dari bunga di pasaran. Ini angat membantu, dari cost juga bisa mengurangi," kataTracy.
(cip)
Lihat Juga :