Rusuh di Yalimo Dipicu Perselisihan Anak Sekolah yang Kurang Tuntas Penyelesaiannya
Sabtu, 20 September 2025 - 18:42 WIB
loading...
Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkapkan pemicu kericuhan di Yalimo adalah pertikaian antar anak sekolah yang tidak diselesaikan secara tuntas. Foto/Danandaya Aria Putra
A
A
A
JAKARTA - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan bahwa situasi di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, kini telah kondusif, pasca adanya kericuhan berujung kerusuhan. Dia menyebut permasalahan kericuhan itu awalnya bukan dari sesuatu hal yang besar.
Wahyu mengatakan bahwa permalasahan awal ini dipicu adanya pertikaian antar anak sekolah. Namun konflik itu tidak diselesaikan secara tuntas hingga akhirnya menjadi kericuhan.
Baca juga: 6 Prajurit TNI Selamatkan Guru dan Warga saat Kerusuhan di Yalimo
"Jadi ada pertikaian, perselisihan di antara anak anak sekolah, ya mungkin penyelesaiannya itu kurang tuntas ya, sehingga menimbulkan pertikaian yang lebih besar. Jadi sekali lagi saya sampaikan untuk Yalimo saat ini situasi kondusif," kata Wahyu kepada wartawan di Monas, Jakarta, Sabtu (20/9/2025).
Dengan situasi yang kondusif, masyarakat kata dia sudah menjalankan aktivitasnya secara normal. Meskipun kini tengah dilakukan pembenahan sesuatu yang sempat rusak.
Baca juga: Situasi di Yalimo Telah Kondusif, Kondisi 6 Prajurit TNI Membaik
"Sekarang dilaksanakan pembenahan-pembenahan, kerugian-kerugian material yang kemarin terjadi mulai sekarang ada pembenahan, termasuk berkaitan dengan beberapa korban yang luka itu juga sudah dalam perawatan," tuturnya.
Di sisi lain, terhadap enam anggota TNI AD yang sempat mendapat perawatan, kini kondisinya juga telah membaik.
Pasca kejadian ini TNI mengambil bahan pelajaran tentang pentingnya faktor komunikasi dalam menyelesaikan konflik.
"Komunikasi terutama apabila permasalahan itu sudah terjadi. Harus ada komunikasi dari pihak-pihak yang berkompeten.Itu harus ada tokoh agama atau tokoh masyarakat yang bisa dijadikan panutan, itu apabila telah terjadi," tuturnya.
Wahyu mengatakan bahwa permalasahan awal ini dipicu adanya pertikaian antar anak sekolah. Namun konflik itu tidak diselesaikan secara tuntas hingga akhirnya menjadi kericuhan.
Baca juga: 6 Prajurit TNI Selamatkan Guru dan Warga saat Kerusuhan di Yalimo
"Jadi ada pertikaian, perselisihan di antara anak anak sekolah, ya mungkin penyelesaiannya itu kurang tuntas ya, sehingga menimbulkan pertikaian yang lebih besar. Jadi sekali lagi saya sampaikan untuk Yalimo saat ini situasi kondusif," kata Wahyu kepada wartawan di Monas, Jakarta, Sabtu (20/9/2025).
Dengan situasi yang kondusif, masyarakat kata dia sudah menjalankan aktivitasnya secara normal. Meskipun kini tengah dilakukan pembenahan sesuatu yang sempat rusak.
Baca juga: Situasi di Yalimo Telah Kondusif, Kondisi 6 Prajurit TNI Membaik
"Sekarang dilaksanakan pembenahan-pembenahan, kerugian-kerugian material yang kemarin terjadi mulai sekarang ada pembenahan, termasuk berkaitan dengan beberapa korban yang luka itu juga sudah dalam perawatan," tuturnya.
Di sisi lain, terhadap enam anggota TNI AD yang sempat mendapat perawatan, kini kondisinya juga telah membaik.
Pasca kejadian ini TNI mengambil bahan pelajaran tentang pentingnya faktor komunikasi dalam menyelesaikan konflik.
"Komunikasi terutama apabila permasalahan itu sudah terjadi. Harus ada komunikasi dari pihak-pihak yang berkompeten.Itu harus ada tokoh agama atau tokoh masyarakat yang bisa dijadikan panutan, itu apabila telah terjadi," tuturnya.
(shf)
Lihat Juga :