Emil Tawarkan Bantuan RS ke Anies, Gugus Tugas: Masih Dimungkinkan
Sabtu, 12 September 2020 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Marion menyatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar juga intens menginventarisasi pusat isolasi non-RS sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan lonjakan kasus positif COVID-19.
Saat ini, terdapat sekitar 998 tempat tidur di pusat isolasi non-RS kabupaten/kota dan sekitar 190 tempat tidur di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jabar di Kota Cimahi yang memiliki kapasitas total mencapai 600 tempat tidur.
"Pusat isolasi itu untuk pasien-pasien positif COVID yang tidak bergejala. Jadi kami lakukan isolasi apabila pasien tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah," terangnya.
"Kalau DKI Jakarta punya Wisma Atlet dikelola oleh pusat, Jabar juga punya pusat-pusat isolasi yang memang menampung pasien-pasien yang tidak bergejala dan ini dilakukan pemilahan oleh dokter rumah sakit sebagai pengampunya," sambung Marion.
Selain itu, pengalihan fungsi ruang rawat RS pun dilakukan untuk menambah kapasitas ruang rawat bagi pasien COVID-19. Bahkan, pihaknya pun sudah merekrut tenaga kesehatan dan telah ditempatkan di pusat isolasi kabupaten/kota.
"Rekruitmen akan kembali dilakukan bagi tenaga kesehatan maupun non-kesehatan untuk memperkuat SDM di rumah sakit, pusat isolasi, maupun laboratorium kabupaten/kota," tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Daud Achmad kembali mengimbau masyarakat Jabar untuk menaati protokol pencegahan COVID-19, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak seiring meningkatnya kasus COVID-19 di Jabar.
Saat ini, terdapat sekitar 998 tempat tidur di pusat isolasi non-RS kabupaten/kota dan sekitar 190 tempat tidur di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jabar di Kota Cimahi yang memiliki kapasitas total mencapai 600 tempat tidur.
"Pusat isolasi itu untuk pasien-pasien positif COVID yang tidak bergejala. Jadi kami lakukan isolasi apabila pasien tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah," terangnya.
"Kalau DKI Jakarta punya Wisma Atlet dikelola oleh pusat, Jabar juga punya pusat-pusat isolasi yang memang menampung pasien-pasien yang tidak bergejala dan ini dilakukan pemilahan oleh dokter rumah sakit sebagai pengampunya," sambung Marion.
Selain itu, pengalihan fungsi ruang rawat RS pun dilakukan untuk menambah kapasitas ruang rawat bagi pasien COVID-19. Bahkan, pihaknya pun sudah merekrut tenaga kesehatan dan telah ditempatkan di pusat isolasi kabupaten/kota.
"Rekruitmen akan kembali dilakukan bagi tenaga kesehatan maupun non-kesehatan untuk memperkuat SDM di rumah sakit, pusat isolasi, maupun laboratorium kabupaten/kota," tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Daud Achmad kembali mengimbau masyarakat Jabar untuk menaati protokol pencegahan COVID-19, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak seiring meningkatnya kasus COVID-19 di Jabar.
Lihat Juga :