Ribuan Driver Ojol Jakut dan KON Tak Ikut Demo di Kemenhub-DPR Hari Ini
Rabu, 17 September 2025 - 17:54 WIB
loading...
Aksi demonstrasi driver ojol yang digelar hari ini, Rabu (17/9/2025) tidak diikuti Komunitas Ojol dan Unit Reaksi Cepat (URC) Jakarta Utara maupun Koalisi Ojol Nasional atau KON. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Aksi demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) yang digelar hari ini, Rabu (17/9/2025) tidak diikuti Komunitas Ojol dan Unit Reaksi Cepat (URC) Jakarta Utara maupun Koalisi Ojol Nasional atau KON. Dua kelompok ini memilih tidak turun ke jalan meski tetap mendukung perjuangan sesama driver.
Ketua Koordinator Wilayah Jakarta Utara Mansyur mengatakan, ada 2.000 pengemudi ojol yang tergabung di komunitasnya. Namun, pihaknya memutuskan tidak ikut aksi. “Kalau ada anggota yang turun, itu tanggung jawab pribadi,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Baca juga: Hari Ini Giliran BEM UI hingga BEM SI Demo Depan Polda Metro, Imbas Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob
Sikap serupa juga datang dari KON. Kepala Divisi Legal KON Rahman menolak ikut serta karena menilai agenda aksi sarat kepentingan politik. “KON tidak ikut turun aksi karena tuntutan demo ojol kali ini syarat kepentingan politis,” katanya.
Meski demikian baik KON maupun komunitas ojol Jakarta Utara menegaskan tetap memberikan dukungan moral terhadap perjuangan rekan-rekan pengemudi yang turun ke jalan.
Sementara, aksi demonstrasi tetap digelar oleh Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) bersama Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI).
Ketua Umum Garda Raden Igun Wicaksono menyampaikan aksi dimulai dari markas Garda di Cempaka Mas pukul 10.00 WIB lalu bergeser ke Istana Negara, Kementerian Perhubungan, dan berakhir di DPR sekitar pukul 13.00–14.00 WIB.
Ketua SPAI Lily Pujiati menambahkan sekitar 50 anggotanya ikut dalam barisan aksi. “SPAI mendukung aksi demonstrasi. Tuntutan kami yakni payung hukum untuk perlindungan pekerja platform lewat Peraturan Presiden,” ujarnya.
Adapun enam tuntutan yang diusung dalam aksi kali ini di antaranya penurunan potongan aplikator, pengaturan tarif, audit biaya potongan, penghapusan program argo murah, pencopotan Menteri Perhubungan, hingga pengusutan tragedi tewasnya driver ojol Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2025 lalu.
Ketua Koordinator Wilayah Jakarta Utara Mansyur mengatakan, ada 2.000 pengemudi ojol yang tergabung di komunitasnya. Namun, pihaknya memutuskan tidak ikut aksi. “Kalau ada anggota yang turun, itu tanggung jawab pribadi,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Baca juga: Hari Ini Giliran BEM UI hingga BEM SI Demo Depan Polda Metro, Imbas Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob
Sikap serupa juga datang dari KON. Kepala Divisi Legal KON Rahman menolak ikut serta karena menilai agenda aksi sarat kepentingan politik. “KON tidak ikut turun aksi karena tuntutan demo ojol kali ini syarat kepentingan politis,” katanya.
Meski demikian baik KON maupun komunitas ojol Jakarta Utara menegaskan tetap memberikan dukungan moral terhadap perjuangan rekan-rekan pengemudi yang turun ke jalan.
Sementara, aksi demonstrasi tetap digelar oleh Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) bersama Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI).
Ketua Umum Garda Raden Igun Wicaksono menyampaikan aksi dimulai dari markas Garda di Cempaka Mas pukul 10.00 WIB lalu bergeser ke Istana Negara, Kementerian Perhubungan, dan berakhir di DPR sekitar pukul 13.00–14.00 WIB.
Ketua SPAI Lily Pujiati menambahkan sekitar 50 anggotanya ikut dalam barisan aksi. “SPAI mendukung aksi demonstrasi. Tuntutan kami yakni payung hukum untuk perlindungan pekerja platform lewat Peraturan Presiden,” ujarnya.
Adapun enam tuntutan yang diusung dalam aksi kali ini di antaranya penurunan potongan aplikator, pengaturan tarif, audit biaya potongan, penghapusan program argo murah, pencopotan Menteri Perhubungan, hingga pengusutan tragedi tewasnya driver ojol Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2025 lalu.
(jon)
Lihat Juga :