Tingkatkan Daya Saing Kota Global, Literasi Digital Sasar Anak Muda Jakarta
Selasa, 16 September 2025 - 12:54 WIB
loading...
A
A
A
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Yosamartha mengakui ada banyak ruang yang perlu dioptimalkan di tengah akseptasi digital Jakarta yang terus tumbuh. Salah satunya penggunaan QRIS.
“Penggunaan QRIS masih relatif terkonsentrasi di beberapa wilayah Jakarta, sehingga perlu upaya lebih lanjut untuk memperluas akseptasi QRIS dan pendalaman literasi digital melalui sinergi dan kolaborasi inovatif guna meningkatkan inklusivitas sistem pembayaran QRIS di seluruh wilayah Jakarta," ungkapnya.
Baginya melalui penguatan literasi keuangan digital, termasuk pembayaran non-tunai lewat QRIS menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung perekonomian Jakarta yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Tingkat literasi masyarakat Jakarta yang semakin kuat terhadap keuangan digital akan memperluas layanan jasa dan keuangan sekaligus memperkokoh daya saing Jakarta sebagai kota global.
Director Strategic Analytics & Insights NielsenIQ (NIQ) Indonesia Inggit Primadevi memaparkan dalam sisi demograsi bahwa kelompok berpenghasilan di atas Rp40 juta justru mencatat peningkatan skor ke 59,95, naik dari 58,72 tahun lalu, ini memperlihatkan resiliensi mereka.
“Penggunaan QRIS masih relatif terkonsentrasi di beberapa wilayah Jakarta, sehingga perlu upaya lebih lanjut untuk memperluas akseptasi QRIS dan pendalaman literasi digital melalui sinergi dan kolaborasi inovatif guna meningkatkan inklusivitas sistem pembayaran QRIS di seluruh wilayah Jakarta," ungkapnya.
Baginya melalui penguatan literasi keuangan digital, termasuk pembayaran non-tunai lewat QRIS menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung perekonomian Jakarta yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Tingkat literasi masyarakat Jakarta yang semakin kuat terhadap keuangan digital akan memperluas layanan jasa dan keuangan sekaligus memperkokoh daya saing Jakarta sebagai kota global.
Director Strategic Analytics & Insights NielsenIQ (NIQ) Indonesia Inggit Primadevi memaparkan dalam sisi demograsi bahwa kelompok berpenghasilan di atas Rp40 juta justru mencatat peningkatan skor ke 59,95, naik dari 58,72 tahun lalu, ini memperlihatkan resiliensi mereka.
Lihat Juga :