Banjir Bali Dipicu 2.000 Hektare Lahan Beralih Fungsi Tiap Tahun

Sabtu, 13 September 2025 - 17:03 WIB
loading...
A A A
"Dulu tanaman kopi yang bisa menahan air diubah jadi jeruk yang butuh air banyak, juga berbagai fasilitas pariwisata dibangun. Sehingga air tak bisa ditampung," lanjutnya.

Solusi jangkap panjang, kata Putu Rumawan, perlu memperbaiki tata ruang, penegakan peraturan terutama perizinan.

"Ditinjau kembali perizinan yang melalui pusat di Jakarta. Perlu ada koordinasi pusat dengan daerah. Kalau izinnya semua di Jakarta kan daerah (Bali) gigit jari," sebutnya.

Selain itu untuk solusi jangka pendek perlu digalakkan lubang resapan bipori, sumur resapan dan teba modern yang bisa menyerap air dan menghancurkan sampah.

"Tak kalah penting adalah penegakan peraturan dan perizinan, pengawasan, review tata ruang. Termasuk disiplin soal sampah, yakni tidak membuang sampah di sungai," tandasnya.

Diketahui dampak banjir Bali mengakibatkan korban jiwa dan warga hilang terseret arus. "Bencana ini menimbulkan duka mendalam dengan 18 orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, 214 KK/659 jiwa terdampak (dalam pendataan) dan 185 jiwa Mengungsi. Korban hilang masih terus dicari oleh Basarnas," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan, Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Abdul menambahkan Pemerintah Provinsi Bali memastikan masa tanggap darurat yang berlaku hingga 17 September 2025. Tanggap darurat ini akan difokuskan untuk pemulihan awal, termasuk perbaikan jembatan, jalan rusak, dan tembok penyengker yang jebol.

Penanganan darurat dan pemulihan di wilayah terdampak masih berjalan dengan prioritas utama menyelamatkan korban, memberikan bantuan logistik, serta memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir besar ini.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat Dukung Mabes...
Pengamat Dukung Mabes Polri Tangkap Pelaku Perampokan dan Penculikan WNA di Bali
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Rekomendasi
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Tzuyu Tinggalkan JYP...
Tzuyu Tinggalkan JYP Entertainment setelah 11 Tahun, Begini Nasibnya di TWICE
Berita Terkini
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved