Banjir Bali Dipicu 2.000 Hektare Lahan Beralih Fungsi Tiap Tahun

Sabtu, 13 September 2025 - 17:03 WIB
loading...
Banjir Bali Dipicu 2.000...
Banjir yang melanda Bali berlangsung sangat cepat dan mendadak sejak Rabu (10/9/2025) dini hari. Diduga banjir karena hujan deras dan maraknya ali fungsi lahan. Foto/SindoNews
A A A
DENPASAR - Banjir yang melanda berbagai wilayah di Bali berlangsung sangat cepat dan mendadak sejak Rabu (10/9/2025) dini hari. Luapan air bah yang hampir merata di Pulau Dewata ini diduga disebabkan karena curah hujan tinggi dan maraknya alih fungsi lahan yang terus terjadi di daerah hulu hingga hilir.

Banjir Bali Dipicu 2.000 Hektare Lahan Beralih Fungsi Tiap Tahun

Foto/BNPB

Pengamat Tata Ruang Perkota sekaligus dosen Universitas Warmadema, Prof Dr Ir Putu Rumawan Salain M.si menyebut, sebelum banjir terjadi banyak terjadi pengalihan fungsi dan kepemilikan lahan di Bali. Sedemikian maraknya sehingga resapan air menjadi terganggu.

Baca juga: Denpasar Dikepung Banjir, Underpass Dewa Ruci Bali Lumpuh

"Saya tidak mengkambinghitamkan hujan menjadi penyebab banjir di Bali. Menurut saya ini lebih disebabkan karena pengalihan fungsi dan kepemilikan lahan di Bali, terutama di Denpasar," kata Guru Besar Arsitektur ini.



Dia mencontohkan sistem pengairan subak yang tidak berfungsi karena sawah telah banyak beralih kepemilikan. Sehingga sawah saat ini dikuasai bukan oleh petani. Akibatnya sawah yang dibiarkan tanpa diolah untuk pertanian itu kini tak mampu lagi menampung air.

Parahnya lagi, banyak sawah yang berubah jadi tempat hunian, hotel, tempat wisata, sarana pariwisata.

"Alih fungsi lahan tak hanya di hilir, tapi di hulu seperti di wilayah Kintamani, Bedugul sehingga resapan air sangat kurang. Sekarang itu alih fungsi lahan mencapai 2.000 hektare per tahun di seluruh Bali. Itu bisa dibayangkan seberapa luas dampaknya," papar Putu Rumawan.

Baca juga: Update Banjir Bali, 18 Meninggal Dunia dan 2 Orang Masih dalam Pencarian

Dampaknya, aliran air tidak bisa meresap dan menampung. Oleh karena itu, lanjut dia, perlu solusi jangka panjang dengan mereviu dan memperbaiki struktur dan tata ruang yang ada.

"Lahan sawah yang dipertahankan sebesar 20 persen kan sekarang tidak terjadi. Masing-masing daerah seperti berlomba mengalihfungsikan lahan," ungkapnya.

Banjir Bali Dipicu 2.000 Hektare Lahan Beralih Fungsi Tiap Tahun


Putu Rumawan menambahkan, pelanggaran tata ruang dan beberapa fungsi ruang berubah tersebut termasuk pencurian sempadan pantai, sungai, hingga danau yang dipakai untuk pendirian hunian dan hotel.

"Istilahnya bangun dulu izin belakangan, itu terjadi di seluruh Bali," paparnya.

Dia menambahkan bahwa sebenarnya di daerah hulu sebagai resapan air pertama telah terjadi perusakan lingkungan. Sehingga tanahnya tidak mampu menahan air.

"Dulu tanaman kopi yang bisa menahan air diubah jadi jeruk yang butuh air banyak, juga berbagai fasilitas pariwisata dibangun. Sehingga air tak bisa ditampung," lanjutnya.

Solusi jangkap panjang, kata Putu Rumawan, perlu memperbaiki tata ruang, penegakan peraturan terutama perizinan.

"Ditinjau kembali perizinan yang melalui pusat di Jakarta. Perlu ada koordinasi pusat dengan daerah. Kalau izinnya semua di Jakarta kan daerah (Bali) gigit jari," sebutnya.

Selain itu untuk solusi jangka pendek perlu digalakkan lubang resapan bipori, sumur resapan dan teba modern yang bisa menyerap air dan menghancurkan sampah.

"Tak kalah penting adalah penegakan peraturan dan perizinan, pengawasan, review tata ruang. Termasuk disiplin soal sampah, yakni tidak membuang sampah di sungai," tandasnya.

Diketahui dampak banjir Bali mengakibatkan korban jiwa dan warga hilang terseret arus. "Bencana ini menimbulkan duka mendalam dengan 18 orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, 214 KK/659 jiwa terdampak (dalam pendataan) dan 185 jiwa Mengungsi. Korban hilang masih terus dicari oleh Basarnas," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan, Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Abdul menambahkan Pemerintah Provinsi Bali memastikan masa tanggap darurat yang berlaku hingga 17 September 2025. Tanggap darurat ini akan difokuskan untuk pemulihan awal, termasuk perbaikan jembatan, jalan rusak, dan tembok penyengker yang jebol.

Penanganan darurat dan pemulihan di wilayah terdampak masih berjalan dengan prioritas utama menyelamatkan korban, memberikan bantuan logistik, serta memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir besar ini.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
DPW Partai Perindo Bali...
DPW Partai Perindo Bali Solid dan Yakin Lolos Verifikasi Parpol Hadapi Pemilu 2029
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Nino Fernandez dan Steffi...
Nino Fernandez dan Steffi Zamora Ungkap Alasan Pindah ke Bali Bersama Putri Mereka
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Vila Privat di Bali Ini Sediakan Butler Pribadi
Rekomendasi
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Streaming VISION+
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Berita Terkini
Dishub DKI Siapkan Rekayasa...
Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Bundaran HI saat Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta
Rekam Jejak Taufik Hidayat,...
Rekam Jejak Taufik Hidayat, Pernah Lakukan Penganiayaan dan Kasus Penggelapan Motor
Benahi Tata Kelola MBG,...
Benahi Tata Kelola MBG, Tindakan BGN Tutup Ratusan Dapur Fiktif Diapresiasi
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
Kaesang Saksikan Pelantikan...
Kaesang Saksikan Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji Lampung
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved