Banjir Bali Dipicu 2.000 Hektare Lahan Beralih Fungsi Tiap Tahun
Sabtu, 13 September 2025 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
"Alih fungsi lahan tak hanya di hilir, tapi di hulu seperti di wilayah Kintamani, Bedugul sehingga resapan air sangat kurang. Sekarang itu alih fungsi lahan mencapai 2.000 hektare per tahun di seluruh Bali. Itu bisa dibayangkan seberapa luas dampaknya," papar Putu Rumawan.
Baca juga: Update Banjir Bali, 18 Meninggal Dunia dan 2 Orang Masih dalam Pencarian
Dampaknya, aliran air tidak bisa meresap dan menampung. Oleh karena itu, lanjut dia, perlu solusi jangka panjang dengan mereviu dan memperbaiki struktur dan tata ruang yang ada.
"Lahan sawah yang dipertahankan sebesar 20 persen kan sekarang tidak terjadi. Masing-masing daerah seperti berlomba mengalihfungsikan lahan," ungkapnya.
![Banjir Bali Dipicu 2.000 Hektare Lahan Beralih Fungsi Tiap Tahun]()
Putu Rumawan menambahkan, pelanggaran tata ruang dan beberapa fungsi ruang berubah tersebut termasuk pencurian sempadan pantai, sungai, hingga danau yang dipakai untuk pendirian hunian dan hotel.
"Istilahnya bangun dulu izin belakangan, itu terjadi di seluruh Bali," paparnya.
Dia menambahkan bahwa sebenarnya di daerah hulu sebagai resapan air pertama telah terjadi perusakan lingkungan. Sehingga tanahnya tidak mampu menahan air.
Baca juga: Update Banjir Bali, 18 Meninggal Dunia dan 2 Orang Masih dalam Pencarian
Dampaknya, aliran air tidak bisa meresap dan menampung. Oleh karena itu, lanjut dia, perlu solusi jangka panjang dengan mereviu dan memperbaiki struktur dan tata ruang yang ada.
"Lahan sawah yang dipertahankan sebesar 20 persen kan sekarang tidak terjadi. Masing-masing daerah seperti berlomba mengalihfungsikan lahan," ungkapnya.

Putu Rumawan menambahkan, pelanggaran tata ruang dan beberapa fungsi ruang berubah tersebut termasuk pencurian sempadan pantai, sungai, hingga danau yang dipakai untuk pendirian hunian dan hotel.
"Istilahnya bangun dulu izin belakangan, itu terjadi di seluruh Bali," paparnya.
Dia menambahkan bahwa sebenarnya di daerah hulu sebagai resapan air pertama telah terjadi perusakan lingkungan. Sehingga tanahnya tidak mampu menahan air.
Lihat Juga :