Kisah Raja Hayam Wuruk Pimpin Rapat Darurat untuk Mencari Pengganti Mahapatih Gajah Mada

Kamis, 11 September 2025 - 05:41 WIB
loading...
Kisah Raja Hayam Wuruk...
Kakawin Nagarakretagama mencatat ada peristiwa penting ketika Raja Majapahit Hayam Wuruk memimpin rapat darurat untuk mencari pengganti Mahapatih Gajah Mada. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
KAKAWIN Nagarakretagama mencatat ada peristiwa penting ketika Raja Majapahit Hayam Wuruk memimpin rapat darurat untuk mencari pengganti Mahapatih Gajah Mada. Pertemuan itu digelar usai Gajah Mada memang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Mahapatih Majapahit.

Selain momentum rapat darurat itu. Mpu Prapanca penggubah Kakawin Nagarakretagama juga mencatat sang raja bertemu dengan rakyatnya. Pertemuan ini untuk mendengarkan aspirasi dan bersilaturahmi, yang dilakukan rutin setiap bulan.

Baca juga: Dahsyatnya Armada Laut Majapahit di Bawah Pimpinan Raja Hayam Wuruk

Pada Pupuh 70 sampai 73 Kakawin Nagarakretagama, Prapanca menggambarkan bagaimana sang Raja Majapahit itu tiba dari Simping. Sang raja kemudian mendengar kabar Gajah Mada sakit keras, hingga akhirnya meninggal. Dari sanalah ia dan jajaran pejabat Majapahit lainnya mengadakan rapat dadakan.

Rapat ini untuk mencari pengganti patih Gajah Mada, tetapi tak berhasil. Rapat yang dipimpin oleh Hayam Wuruk, memutuskan bahwa patih Gajah Mada tak akan diganti. Raja Hayam Wuruk sendiri akan memimpin pemerintahan secara langsung, dibantu oleh enam menteri.

Dikutip dari "Menunju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit", Empu Tandi, sahabat karib raja, terpilih sebagai Menteri Sepuh; sebagai pembantu utama, bertindak empu Nala dengan gelar Tumenggung Mancanegara, sang Pati Dami diangkat menjadi menteri anom (menteri muda), diserahi urusan dalam pura, boleh dikatakan menteri urusan rumah tangga.

Baca juga: Kisah Runtuhnya Kejayaan Majapahit Setelah Gajah Mada Mangkat

Kemudian Empu Singha diangkat sebagai menteri yang bertugas menyaksikan segala keputusan baginda (sekretaris negara). Dua menteri lagi yang tidak disebut namanya membantu baginda dalam pengadilan. Begitulah sistem pemerintahan kerajaan pasca Gajah Mada meninggal.

Pupuh 85 menceriterakan pertemuan tiap bulan Caitra atau bulan pertama setiap tahun. Maksud pertemuan ialah untuk mengadakan semacam musyawarah, antara semua orang yang sekadar mempunyai tanggung jawab dalam pemerintahan.

Oleh karena itu, pertemuan tersebut dihadiri oleh para menteri, para perwira, pembantu baginda, kepala daerah, kepala desa, satria, pendeta dari tiga aliran agama.

Kepala daerah dan kepala desa dari luar kota juga diundang. Musyawarah mem-bahas jalannya pemerintahan untuk keselamatan negara. Segala tindak dursila harus disingkiri, semua harus menganut ajaran yang termuat dalam Rajakapakapa, yang dibacakan dalam musyawarah.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Rekomendasi
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved