Menanti Wacana PSBB Total, Pelaku Usaha: Ini Napas Terakhir
Jum'at, 11 September 2020 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
Dia pun mengaku dengan dibatasinya jam operasional menjadi lebih cepat sangat berdampak pada bisnisnya. Dengan kondisi saat ini, dia pun terpaksa melakukan pengurangan pegawai hingga lebih dari delapan orang. “Awalnya kita ada 12 orang. Saat ini tersisa empat orang saja,” akunya. (Baca juga: Pengelola Bioskop: Semuanya Sudah Pontang-panting, Tak Ada yang Disalahkan )
Mengenai wacana PSBB total Jabodetabek, dia pun mengaku dilema. Satu sisi factor kesehatan memang penting. Di sisi lain, roda ekonomi pun harus diperhatikan. Menurutnya, jika keputusan yang diambil tegas dari awal untuk PSBB total maka kemungkinan saat ini kondisi sudah membaik dan ekonomi bisa merangkak naik juga.
“Harusnya ketat diawal dan terpadu di Jabodetabek. Kita enggak bisa separatis Depok saja. Untuk PSBB total (wacana) berharap ini adalah napas terakhir. Kalau mau harus benar-benar. Kalau seperti ini, ekonomi enggak pulih-pulih. Mending mati di awal dulu tapi benar-benar. Ini adalah napas terakhir. Kalau ada repetisi lagi tiga bulan kedepan, yah sudah lah enggak tau,” pungkasnya.
Mengenai wacana PSBB total Jabodetabek, dia pun mengaku dilema. Satu sisi factor kesehatan memang penting. Di sisi lain, roda ekonomi pun harus diperhatikan. Menurutnya, jika keputusan yang diambil tegas dari awal untuk PSBB total maka kemungkinan saat ini kondisi sudah membaik dan ekonomi bisa merangkak naik juga.
“Harusnya ketat diawal dan terpadu di Jabodetabek. Kita enggak bisa separatis Depok saja. Untuk PSBB total (wacana) berharap ini adalah napas terakhir. Kalau mau harus benar-benar. Kalau seperti ini, ekonomi enggak pulih-pulih. Mending mati di awal dulu tapi benar-benar. Ini adalah napas terakhir. Kalau ada repetisi lagi tiga bulan kedepan, yah sudah lah enggak tau,” pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :