Selly Gantina PDIP: Tragedi Rumah Ibadah di Bogor Jadi Momentum Kemenag Perkuat Standar Keselamatan Jemaah
Selasa, 09 September 2025 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, kelemahan dalam pengawasan perizinan maupun aspek teknis bangunan tidak boleh lagi dibiarkan. “Rumah ibadah adalah ruang publik yang harus aman. Saya mendorong Kemenag, terutama Ditjen Bimas Islam untuk memperluas peran pengawasan dan memastikan setiap rumah ibadah memenuhi standar yang ketat. Tugas ini harus dijalankan secara serius melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Setiap pembangunan rumah ibadah ke depan harus mengacu pada pedoman teknis yang jelas, termasuk penyesuaian kapasitas jemaah dengan daya tahan bangunan. Dia menilai regulasi ini hanya akan efektif apabila Kemenag dan pemerintah daerah berjalan beriringan dalam proses perizinan, pengawasan, hingga peninjauan berkala terhadap kondisi bangunan.
Selly menekankan tragedi di Bogor harus dijadikan momentum bagi Kemenag untuk memperkuat tata kelola rumah ibadah secara komprehensif bersama pemerintah daerah.
“Keselamatan jemaah adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam harus hadir sebagai pengawal utama dengan standar keamanan yang ketat agar setiap ibadah berjalan khusyuk tanpa rasa khawatir. Mari kita jadikan musibah ini sebagai pengingat sekaligus dorongan untuk lebih berhati-hati dan bergotong royong dalam membangun fasilitas keagamaan demi kebaikan umat,” katanya.
Setiap pembangunan rumah ibadah ke depan harus mengacu pada pedoman teknis yang jelas, termasuk penyesuaian kapasitas jemaah dengan daya tahan bangunan. Dia menilai regulasi ini hanya akan efektif apabila Kemenag dan pemerintah daerah berjalan beriringan dalam proses perizinan, pengawasan, hingga peninjauan berkala terhadap kondisi bangunan.
Selly menekankan tragedi di Bogor harus dijadikan momentum bagi Kemenag untuk memperkuat tata kelola rumah ibadah secara komprehensif bersama pemerintah daerah.
“Keselamatan jemaah adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam harus hadir sebagai pengawal utama dengan standar keamanan yang ketat agar setiap ibadah berjalan khusyuk tanpa rasa khawatir. Mari kita jadikan musibah ini sebagai pengingat sekaligus dorongan untuk lebih berhati-hati dan bergotong royong dalam membangun fasilitas keagamaan demi kebaikan umat,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :