Pelatihan Baking di Bogor Buka Lapangan Kerja, Sandiaga: Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera
Minggu, 07 September 2025 - 21:23 WIB
loading...
Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan SKIES Indonesia menggelar pelatihan hard skill Baking Produk Viral untuk ibu-ibu pelaku UMKM di Kabupaten Bogor. Foto: Ist
A
A
A
BOGOR - Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan SKIES Indonesia menggelar pelatihan hard skill Baking Produk Viral untuk ibu-ibu pelaku UMKM di Kabupaten Bogor. Kegiatan yang diikuti 50 peserta berlangsung di Aula Dinas Koperasi UKM Kabupaten Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (5/9/2025).
Pendiri YIS Sandiaga Uno mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan agar mandiri secara ekonomi dan mendapatkan kesetaraan.
Baca juga: Sambangi Lapas Tangerang, Sandiaga Uno Ajak Warga Binaan Perempuan Ciptakan Lapangan Kerja
Kegiatan ini juga bertujuan menghapus stigma yang menyatakan perempuan tak berdaya dan hanya mengurus rumah tangga. “Visi kami sejalan dengan SKIES Indonesia yaitu memajukan masyarakat terutama perempuan agar memiliki kesempatan setara dalam berkarier, berkarya, dan mandiri secara ekonomi,” ujar Sandiaga, Minggu (7/9/2025).
Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali keterampilan digital marketing, mulai dari pembuatan foto produk, pembuatan konten promosi, hingga pemasaran produk melalui media sosial.
Selain itu, mereka juga mendapatkan materi tentang cara menyusun laporan keuangan usaha. Pelatihan ini juga berfokus pada peningkatan keberanian para peserta untuk menghadapi tantangan bisnis, termasuk melakukan pembuatan konten open order pertama secara langsung.
"Perempuan berdaya, keluarga sejahtera. Tetangga juga bahagia karena terbuka lapangan kerja," ungkap Sandiaga.
Founder SKIES Indonesia Ida Noor menjelaskan pelatihan ini bertujuan memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada para ibu dalam membuat produk roti, kue, dan cookies yang sedang tren di masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberi solusi berupa produk bernilai jual tinggi yang diminati pasar, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan peserta.
“Selain itu, program ini juga bertujuan menjalin silaturahmi dan memperluas jaringan antaranggota serta menguatkan peran industri lokal dalam mendukung kegiatan ekonomi berbasis masyarakat,” ujarnya.
Setelah sesi pelatihan hard skill selesai, peserta akan mengikuti pendampingan intensif selama tiga minggu. Pendampingan ini bertujuan memfasilitasi diskusi antara peserta dan pelatih, memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan bisnis, serta membimbing praktik pembuatan konten promosi dan optimalisasi strategi digital marketing.
Pendiri YIS Sandiaga Uno mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan agar mandiri secara ekonomi dan mendapatkan kesetaraan.
Baca juga: Sambangi Lapas Tangerang, Sandiaga Uno Ajak Warga Binaan Perempuan Ciptakan Lapangan Kerja
Kegiatan ini juga bertujuan menghapus stigma yang menyatakan perempuan tak berdaya dan hanya mengurus rumah tangga. “Visi kami sejalan dengan SKIES Indonesia yaitu memajukan masyarakat terutama perempuan agar memiliki kesempatan setara dalam berkarier, berkarya, dan mandiri secara ekonomi,” ujar Sandiaga, Minggu (7/9/2025).
Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali keterampilan digital marketing, mulai dari pembuatan foto produk, pembuatan konten promosi, hingga pemasaran produk melalui media sosial.
Selain itu, mereka juga mendapatkan materi tentang cara menyusun laporan keuangan usaha. Pelatihan ini juga berfokus pada peningkatan keberanian para peserta untuk menghadapi tantangan bisnis, termasuk melakukan pembuatan konten open order pertama secara langsung.
"Perempuan berdaya, keluarga sejahtera. Tetangga juga bahagia karena terbuka lapangan kerja," ungkap Sandiaga.
Founder SKIES Indonesia Ida Noor menjelaskan pelatihan ini bertujuan memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada para ibu dalam membuat produk roti, kue, dan cookies yang sedang tren di masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberi solusi berupa produk bernilai jual tinggi yang diminati pasar, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan peserta.
“Selain itu, program ini juga bertujuan menjalin silaturahmi dan memperluas jaringan antaranggota serta menguatkan peran industri lokal dalam mendukung kegiatan ekonomi berbasis masyarakat,” ujarnya.
Setelah sesi pelatihan hard skill selesai, peserta akan mengikuti pendampingan intensif selama tiga minggu. Pendampingan ini bertujuan memfasilitasi diskusi antara peserta dan pelatih, memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan bisnis, serta membimbing praktik pembuatan konten promosi dan optimalisasi strategi digital marketing.
(jon)
Lihat Juga :