Fakta Baru, Bom Molotov Disimpan di Titik Tertentu saat Demo Berujung Ricuh
Rabu, 03 September 2025 - 06:39 WIB
loading...
Polda Metro Jaya barang bukti bom molotov dalam kasus dugaan penghasutan ajakan demo berujung ricuh di Jakarta. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap RAP dalam kasus dugaan penghasutan berupa ajakan demo berujung ricuh di Jakarta. Dia berperan sebagai pembuat video tutorial cara pembuatan bom molotov yang diunggah di akun Instagram @RAP.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra menjelaskan, RAP juga berperan menyiapkan serta menunjukkan di mana titik bom molotov bisa ditemukan massa.
Baca juga: Polda Metro Jaya Tetapkan Admin Akun Instagram Gejayan Memanggil Tersangka Penghasutan
"Si tersangka ini juga menunjukkan tempat-tempat di mana bom itu ditaruh," kata Wira saat konferensi pers, Selasa (2/9/2025) malam.
Wira menerangkan, pelaku RAP memberikan informasi titik-titik di mana bom molotov itu disimpan via WhatsApp Group (WAG).
“Jadi sebelum melaksanakan pada saat unjuk rasa ketika mau melempar bom, itu bomnya satu contoh mungkin ditaruh di bawah jembatan Semanggi, di sini itu di upload melalui media mereka dan itu postingnya melalui WA Group,” ujar dia.
Sebelumnya, Polisi menangkap Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen dan lima orang lainnya terkait kasus dugaan penghasutan ajakan aksi demo berujung ricuh yang melibatkan pelajar. Polisi mengungkap peran-peran pelaku.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditetapkan Tersangka Dugaan Penghasutan Aksi Berujung Anarki
Adapun keenam pelaku yakni Direktur Lokataru Foundation Delpedro, MS, SH, KA, RAP dan FL. Polisi menuturkan, Delpedro berperan melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk menyebarkan ajakan agar pelajar jangan takut untuk mengikuti aksi.
“Pertama DMR, admin akun Instagram, LF. peran tersangka DMR adalah melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk sebarkan ajakan agar pelajar jangan takut untuk aksi kita lawan bareng,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary, Selasa (2/9/2025) malam.
“Kemudian tersangka kedua MS dengan akun Instagram nama akunnya @BPP. Peran MS adalah juga melakukan kolab dengan beberapa akun Instagram lainnya untuk ajakan pengrusakan,” sambung dia.
Untuk pelaku yang ketiga berinisial SH. Dia merupakan admin Instagram dengan inisial @GM (gejayan memanggil), yang berperan melakukan kolaborasi akun Instagram untuk ajakan pengrusakan. Selanjutnya pelaku keempat yakni KA dengan akun Instagram @AMP yang berperan seperti SH.
“Tersangka kelima RAP, admin akun ig @RAP, perannya adalah tutorial pembuatan bom molotov dan juga melakukan atau berperan sebagai koordinator kurir bom molotov di lapangan dari akun Instagram tersebut,” ungkapnya.
“Saudari FL, admin akun medsos inisial T nama akunnya @FG. perannya menyiarkan langsung dan ajak jadi live, mengajak pelajar untuk turun pada 25 Agustus 2025. Pelajar sebagian adalah anak,” jelasnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra menjelaskan, RAP juga berperan menyiapkan serta menunjukkan di mana titik bom molotov bisa ditemukan massa.
Baca juga: Polda Metro Jaya Tetapkan Admin Akun Instagram Gejayan Memanggil Tersangka Penghasutan
"Si tersangka ini juga menunjukkan tempat-tempat di mana bom itu ditaruh," kata Wira saat konferensi pers, Selasa (2/9/2025) malam.
Wira menerangkan, pelaku RAP memberikan informasi titik-titik di mana bom molotov itu disimpan via WhatsApp Group (WAG).
“Jadi sebelum melaksanakan pada saat unjuk rasa ketika mau melempar bom, itu bomnya satu contoh mungkin ditaruh di bawah jembatan Semanggi, di sini itu di upload melalui media mereka dan itu postingnya melalui WA Group,” ujar dia.
Sebelumnya, Polisi menangkap Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen dan lima orang lainnya terkait kasus dugaan penghasutan ajakan aksi demo berujung ricuh yang melibatkan pelajar. Polisi mengungkap peran-peran pelaku.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditetapkan Tersangka Dugaan Penghasutan Aksi Berujung Anarki
Adapun keenam pelaku yakni Direktur Lokataru Foundation Delpedro, MS, SH, KA, RAP dan FL. Polisi menuturkan, Delpedro berperan melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk menyebarkan ajakan agar pelajar jangan takut untuk mengikuti aksi.
“Pertama DMR, admin akun Instagram, LF. peran tersangka DMR adalah melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk sebarkan ajakan agar pelajar jangan takut untuk aksi kita lawan bareng,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary, Selasa (2/9/2025) malam.
“Kemudian tersangka kedua MS dengan akun Instagram nama akunnya @BPP. Peran MS adalah juga melakukan kolab dengan beberapa akun Instagram lainnya untuk ajakan pengrusakan,” sambung dia.
Untuk pelaku yang ketiga berinisial SH. Dia merupakan admin Instagram dengan inisial @GM (gejayan memanggil), yang berperan melakukan kolaborasi akun Instagram untuk ajakan pengrusakan. Selanjutnya pelaku keempat yakni KA dengan akun Instagram @AMP yang berperan seperti SH.
“Tersangka kelima RAP, admin akun ig @RAP, perannya adalah tutorial pembuatan bom molotov dan juga melakukan atau berperan sebagai koordinator kurir bom molotov di lapangan dari akun Instagram tersebut,” ungkapnya.
“Saudari FL, admin akun medsos inisial T nama akunnya @FG. perannya menyiarkan langsung dan ajak jadi live, mengajak pelajar untuk turun pada 25 Agustus 2025. Pelajar sebagian adalah anak,” jelasnya.
(shf)
Lihat Juga :